TABLOIDBINTANG.COM -  Kim Kardashian sempat histeris ketika sekumpulan laki-laki asing merampok apartemennya di Paris, Prancis awal Oktober 2016. Namun, sikap Kim Kardashian mendadak berubah saat bertemu dengan anak-anaknya, North dan Saint West. 

Kim Kardashian terlihat tegar saat memeluk putrinya North West sesampainya di New York, Amerika Serikat setelah insiden perampokan. Mengapa berubah? Kim Kardashian ternyata tidak ingin membahas insiden tersebut di depan kedua anaknya, North dan Saint West. 

"Saya hanya tidak ingin menangis di depan anak-anak atau membuat mereka berpikir ada sesuatu yang salah," kata Kim Kardashian seperti terlihat dalam video CCTV apartemennya. Video ini ditampilkan dalam program Keeping Up with the Kardashians, Minggu (19/3).

Baca juga

Ada alasan tersendiri di balik keputusan Kim Kardashian merahasiakan insiden tersebut. Kim Kardashian tidak mau anak-anaknya menjadi ketakutan. "Karena saya pikir itu akan membuat mereka takut jika melihat petugas keamanan lebih banyak," lanjut Kim Kardashian. Permintaan Kim Kardashian disetujui oleh sang suami Kanye West.

Keluarga memang menjadi hal terpenting dalam kehidupan Kim Kardashian. Kehadiran mereka menjadi motivasi Kim Kardashian agar bisa selamat dari insiden perampokan. Kim Kardashian sempat menyebutkan mereka ketika memohon untuk dibebaskan dari sandera perampok. 

"Saya memiliki anak. Mereka tidak bisa mengerti perkataan saya, tetapi bilang bahwa saya punya anak-anak di rumah. Tolong, saya punya keluarga. Biarkan saya hidup!" seru Kim Kardashian meniru perkataannya saat insiden perampokan. 

Serupa dengan Kim Kardashian, anggota keluarga lain pun merasakan hal sama tentang sosoknya. "Bagi kami semua, pikiran kehilangan Kim menakutkan secara emosional dan sulit dihadapi," kata Kris Jenner. "Bila sesuatu terjadi kepada dirimu (Kim Kardashian), saya tidak akan berhenti hingga mereka semua meninggal," tutur Kanye West.

 

(dira/wida)