TABLOIDBINTANG.COM -  Dewi Sandra dituding melakukan penistaan terhadap niqab atau cadar. Semua bermula dari video perkenalan pemain film Ayat-Ayat Cinta 2 yang jadi viral di dunia maya. 

Dalam video itu rumah produksi MD Pictures menampilkan pemeran utama wanita film Ayat-ayat Cinta 2 melalui sebuah gimmick. Awalnya muncul sepuluh 10 wanita bercadar dengan jubah serba hitam di panggung. Pengunjung pun dibuat untuk menebak-nebak siapa yang ada di balik cadar tersebut. 

Satu per satu kesepuluh wanita tadi membuka cadar yang menutup wajah mereka. Hingga akhirnya tersisa dua orang, yang ternyata Dewi Sandra dan Tatjana Saphira. Dua artis cantik itu kemudian diperkenalkan Indra Bekti selaku host sebagai pemeran film Ayat-Ayat Cinta 2.

Baca juga

Penggunaan cadar dalam acara tersebut kemudian mengundang reaksi keras netizen. Mereka menganggap apa yang ada di video viral tersebut sebagai bentuk penistaan bagi kaum wanita bercadar. Kritik bahkan hujatan dialamatkan kepada mereka yang terlibat. 

Dewi Sandra pun langsung bereaksi. Dalam akun Instagramnya, Dewi mengunggah foto yang berisi sebuah kutipan dalam bahasa Inggris, "If I'm wrong, educate me. Don't belittle me."

Dalam kolom keterangan, Dewi Sandra mengungkapkan permintaan maaf. Dewi mengaku tidak pernah bermaksud untuk merendahkan apa lagi menistakan cadar. 

"jika salah memang harus mengakui salah, bersalah karena ketidak pahaman, bersalah karena kurang teliti dan bersalah karena kurang peka akan perasaan orang lain, apalagi orang2 ini adalah saudara saya sendiri. Saya juga tidak ingin buang body dan menyalahkan orang lain atau pihak pihak yang mungkin lebih ngga mengerti atas apa yang terjadi. Intinya kami semua memang 'tidak paham' dan tidak ada niat jelek sedikitpun. Oleh karena itu saya pribadi ingin mohon maaf sebesar2nya kepada siapapun yang terluka," tulis Dewi Sandra. 

"Ukhti2 yang saya hormati, salut, kagum dan menghargai, saya ingin mohon maaf terutama kepada kalian. Bagaimana mungkin ada niat saya untuk meremehkan kalian sedangkan kalianlah yang memiliki kekuatan dan karakter yang luar biasa, dengan istiqomah memilih untuk memakai cadar/niqab? Satu hal yang bagi saya sangaaaaat amat sulit. Sampai di level kalian itu saya yakin butuh ilmu, proses dan perjuangan yang luar biasa," imbuhnya. 

❤️ jika salah memang harus mengakui salah, bersalah karena ketidak pahaman, bersalah karena kurang teliti dan bersalah karena kurang peka akan perasaan orang lain, apalagi orang2 ini adalah saudara saya sendiri. Saya juga tidak ingin buang body dan menyalahkan orang lain atau pihak pihak yang mungkin lebih ngga mengerti atas apa yang terjadi. Intinya kami semua memang "tidak paham" dan tidak ada niat jelek sedikitpun. Oleh karena itu saya pribadi ingin mohon maaf sebesar2nya kepada siapapun yang terluka. Ukhti2 yang saya hormati, salut, kagum dan menghargai, saya ingin mohon maaf terutama kepada kalian. Bagaimana mungkin ada niat saya untuk meremehkan kalian sedangkan kalianlah yang memiliki kekuatan dan karakter yang luar biasa, dengan istiqomah memilih untuk memakai cadar/niqab? Satu hal yang bagi saya sangaaaaat amat sulit. Sampai di level kalian itu saya yakin butuh ilmu, proses dan perjuangan yang luar biasa. Dibawah ini akan ada berbagai komentar dan semuanya akan saya terima dengan hati lapang. Yang mau marah, caci maki... silahkan... karena memang saya belum sempurna dalam berpakaian, mungkin akhlak saya, amal saya, ucapan saya maupun perbuatan saya masih banyaaaaak kekurangnya. Saya tidak takut untuk mengakui semua itu. But im trying... just need to try harder and sincerely i want to. Sesuai dengan quote diatas, jika saya salah (dan saya memang salah ) mohon pencerahannya, bantu dan ajar saya agar bisa paham dan tidak mengulangi kesalahan lagi. . . . 🙏 Barakallah Fii Umrik

A post shared by @dewisandra on

Masih dalam postingan yang sama, Dewi Sandra mengaku siap menerima resiko dari ketidaktahuannya. Termasuk menghadapi hujatan dari orang-orang yang menganggapkan keliru. 

"Dibawah ini akan ada berbagai komentar dan semuanya akan saya terima dengan hati lapang. Yang mau marah, caci maki... silahkan... karena memang saya belum sempurna dalam berpakaian, mungkin akhlak saya, amal saya, ucapan saya maupun perbuatan saya masih banyaaaaak kekurangnya. Saya tidak takut untuk mengakui semua itu. But im trying... just need to try harder and sincerely i want to. Sesuai dengan quote diatas, jika saya salah (dan saya memang salah ) mohon pencerahannya, bantu dan ajar saya agar bisa paham dan tidak mengulangi kesalahan lagi."

(ari/ari)