TABLOIDBINTANG.COM -  Kekesalan penghuni Apartemen Green Pramuka tampaknya sudah tak terbendung. Langkah pengelola apartemen yang mempidanakan salah seorang penghuni Muhadkly MT yang lebih dikenal dengan nama Acho, gara-gara tulisan di blog membuat warga apartemen lainnya semakin kesal. 

Sabtu, 12 Agustus 2017, penghuni melakukan aksi terhadap berbagai masalah yang mereka alami. Di tower Chrysant misalnya, 5 orang ibu-ibu aktif menunggu di lobi. Tiap ada warga yang turun dari lift ditawari menandatangani petisi. "Ada masalah parkir, bu, pak. Tanda-tangan di sini." para ibu menyapa tetangganya. Lalu, bagi yang manandatangani diminta mengisi formulir tentang permasalahan yang lebih spesifik.

Menurut Nia, salah satu ibu yang aktif menyapa warga apartemen untuk menandatangani spanduk petisi, permasalahan yang dialami penghuni apartemen banyak. "Pertama,  perparkiran, semuanya dikomersialkan. Dan seharusnya kami dapatkan 1 unit 1 space, Sebenarnya jatah parkir kami di basement, tapi sekarang ditutup, kalau pulang lebih dari jam 19, susah sekali dapat parkir. Kami diberikan parkir tapi jauh sekali,” ucapnya.

Baca juga

Kedua, pengelola apartemen menaikkan Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL), tanpa ada pemberitahuan ke penghuni. “Dan harganya lebih mahal dari apartemen yang lebih bagus. Sedangkan kita disini belinya, yang kami tahu,  belinya rumah susun lho,  bukan apartemen," katanya. 

Ketiga, PBB,  seharusnya kita bayarnya ke negara,  tapi ke manajemen mereka. “Itukan tidak benar. Sedangkan sertifikat belum keluar. Kami belum terima sertifikat," ucap Nia.

Ketika ditanya tentang keaktifan ibu-ibu dalam mengalang dukungan, Nia yang seorang karyawati menjelaskan pengalaman mereka sebelumnya dalam menyampaikan aspirasi. "Para bapak back up kita,  karena kalau bapak yang melapor,  dibentrokkan dengan aparat keamanan dan petugas parkir. 

Atas pertimbangan itu, kata Nia, kini lebih baik ibu-ibu saja yang maju yang menyampaikan protes ke pengembang apartemen. Ia mengatakan pengelola apartemen sudah mulai pakai kekerasan.  “Kalau bapak yang turun lebih terpancing emosi. Kalau ibu-ibu lebih bisa menahan (emosi)." jelas Nia.

Saat menghadapi gerakan ibu-ibu penghuni apartemen, pengelola apartemen menerjunkan 20 personel keamanan. "Tumben, banyak begitu yang jaga. Biasanya cuma 1 atau 2," kata pegawai Indomaret yang tidak mau disebutkan namanya, saat melihat keluar kaca dari tempatnya bekerja.

Penghuni Apartemen Green Pramuka mengatakan aksi yang mereka lakukan ini untuk menunjukkan bahwa bukan hanya Acho yang dirugikan tapi semua warga apartemen merasakan hal yang sama. 

Para penghuni juga mendukung Acho lewat penandatanganan petisi di change.org dengan judul Stop Pidanakan Konsumen dan Segera Bebaskan Acho #AchoGakSalah #StopPidanakan Acho. Petisi yang dibuat tanggal 6 Agustus 2017, hari ini telah mencapai 29.505 pendukung dengan target yang diinginkan 35.000 pendukung.

TEMPO.CO