TABLOIDBINTANG.COM -  Jika hari sudah malam dan Ben Kasyafani belum pulang dari lokasi syuting misalnya, Sienna berinisiatif menelepon ayahnya. Sienna menanyakan keberadaan Ben. 

“Ayah dimana? Kok, belum pulang? Jangan pulang malam-malam, ayah,” demikian Ben menirukan ucapan putrinya. Kalau Ben sudah sampai rumah, Sienna bertindak seperti ibu-ibu yang cerewet. “Ih, ayah mandi dulu, dong. Bau tahu, jorok, banyak bakterinya,” Ben menirukan ucapan Sienna lagi.

Ketika Ben sudah mandi, bersih, dan wangi, baru Sienna mau bermain dengan ayahnya sebentar. Menjelang tidur, Ben biasanya mendongeng. 

Baca juga

Sienna hobi mendengarkan kisah tentang hewan. Mendongeng menjadi rutinitas Ben kala malam. Begitu pula ketika Sienna menginap di tempat Chacha, maka Chacha yang mendongengkan kisah pilihan Sienna. Chacha mengamini ujaran lawas yang menyebut selalu ada hikmah di balik musibah. Perceraian adalah bencana dalam biduk rumah tangga. Chacha dan Ben mengakuinya. 

Marshanda, Ben Kasyafani, dan Dongeng Untuk Sienna (Bambang / tabloidbintang.com)
zoom

Namun di balik tragedi itu, Chacha dan Ben masih bisa mengucap syukur. Chacha merasa kehidupannya kini membaik. Bahkan, jauh lebih baik. Alur hidup mengajari bintang film Kalau Cinta Jangan Cengeng itu untuk memiliki sifat gigih dan pikiran positif. Chacha menjalani terapi mengubah pola pikir perlahan, selangkah demi selangkah. 

Marshanda, Ben Kasyafani, dan Dongeng Untuk Sienna (dok. Instagram)
zoom

“Saya melatih setiap ucapan, setiap tindak tanduk, semua ke arah yang positif. Saya belajar mengendalikan emosi dan lebih mengapresiasi diri,” tutur Chacha. Semuanya ini dilakukan dengan bantuan konsultasi psikolog. Selain itu, Chacha rajin mengikuti pelatihan dan seminar-seminar yang berkaitan dengan pemulihan dan pengembangan diri.

 

(val / gur)