TABLOIDBINTANG.COM -  Lidya Wongsonegoro, kuasa hukum Tora Sudiro, menyebut alasan kliennya mengkonsumsi dumolid agar lebih mudah tidur dan menghindari kecemasan.

Namun, Kusman Suryakusuma, Mantan Deputi Rehab BNN, punya pendapat lain. Menurutnya, dumolid adalah obat tidur, bukan anti cemas atau depresi.

"Gangguan tidur itu ada dua, susah tidur, terus tidur gampang tapi jam 1, jam 2 susah tidur lagi, gangguan jiwa ringan," ujar Kusman dalam jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (11/8).

Baca juga

Kusman menerangkan, sulit tidur bisa disebabkan karena cemas atau depresi. Mereka yang sulit tidur biasanya cemas karena takut kehilangan sesuatu yang belum hilang. Jika seseorang early wake up biasanya dikarenakan depresi, karena sudah ada sesuatu yang hilang.

"Ini harus dieksplor, kasih masukan, obat aja enggak bisa nolong, kalau ketagihan obat, seluruh psikotropik itu efeknya kecanduan, adiksi, kalau sudah kecanduan dosis enggak nutup," beber Kusman.

Tora Sudiro jadi tersangka penyalahgunaan zat psikotropika. (Bambang/tabloidbintang.com)
zoom

Kusman mengimbau masyarakat bisa belajar dari kasus yang dialami Tora Sudiro. Tidak perlu ragu untuk mendatangi psikater atau dokter jiwa jika sudah menemukan gejala kecemasan berlebihan.

"Jangan punya stigma gangguan jiwa berat aja. Kalau yang namanya ganguan jiwa (jadi) stigma, malu ke kami (psikiater). Zat-zat adiksi itu dari jiwa yang pegang," pungkas Kusman.

(pri/ari)