TABLOIDBINTANG.COM -  Musisi Erwin Gutawa (55) sebenarnya tidak mengharuskan putrinya, Gita Gutawa (23) menjadi penyanyi sekaligus penulis lagu. Erwin Gutawa hanya ingin anak-anaknya mencintai musik. Maka ketika Gita Gutawa menekuni dunia seni musik secara profesional, Erwin Gutawa bangga. Erwin Gutawa mengatakan, beberapa tahun terakhir Gita Gutawa memperlihatkan kemajuan pesat dalam bermusik. Salah satunya, saat menggarap proyek Di Atas Rata-rata dan merilis album ketiga (2014).

Erwin Gutawa mengatakan, "Gita Gutawa tidak mengkopi karier saya 100 persen sebagai aranjer. Ia menjadi konseptor dan menulis wajah industri (musik Tanah Air). Tidak seperti saya yang 100 persen menjadi pelaku di industri musik." Erwin Gutawa mengakui, tak selamanya ia kompak dengan Gita Gutawa dalam bekerja. Seringkali silang pendapat terjadi.

Meski demikian, Erwin Gutawa tak lantas memarahi putrinya. Saat perdebatan terjadi, Erwin Gutawa mengingat bagaimana Gita Gutawa dulu berproses. Pada usia 11 tahun, Gita melepas album debut. Seluruh materi dan proses rekaman ditangani Erwin Gutawa dan tim. Memasuki album kedua, Gita Gutawa berani bilang, "Papa, aku bikin lirik lagu, ya? Aku pengin bikin lagu yang mencerminkan siapa aku." Gita Gutawa, kata Erwin, mulai memasukkan unsur keakuannya.

Baca juga

Saat menggarap album ketiga, Gita Gutawa menjadi produser. Pernah, suatu hari Gita menulis lagu "Rangkaian Kata" dengan bantuan sequencer di apartemennya. Ia memesan aransemen musik kepada ayahnya. "Sebagai aranjer, saya membuat improvisasi dan menambahkan interlude. Setelah hasil aransemen saya kirim, dia merespons begini, 'Jangan seperti ini (aransemennya). Ini terlalu Papa.' Akhirnya, saya mengulang lagi dari awal," terang Erwin Gutawa di Jakarta, pekan ini.

( wyn / wyn )