TABLOIDBINTANG.COM -  Baru sepekan di Australia, Lanny Kuswandi meyakini hypnobirthing bagus untuk menunjang profesi bidan.

Ia kembali ke Indonesia pada 2004, lalu melakukan presentasi, menyebar brosur tentang hypnobirthing selama satu tahun kepada masyarakat. Sayang, publik memberi respons dingin.

“Ketika hampir menyerah, Evariny Andriana, klien pertama saya datang. Ia tertarik dengan hypnobirthing dan berhasil melakukannya. Tahun 2005, Eva membuat buku berjudul Melahirkan Tanpa Rasa Sakit dengan Metode Relaksasi Hypnobirthing. Ternyata buku itu laris. Kemudian ia membuatkan web untuk saya. Sejak itu, banyak klien datang,” Lanny mengenang.

Baca juga

Kerja keras Lanny membuahkan hasil. Lima belas tahun berlalu, banyak calon ibu memercayakan persalinan mereka kepada Lanny.

Sejumlah artis seperti Widi Mulia dan Olivia Jensen pun mengikuti kelas hypnobirhing yang diadakan Lanny di Pro V Clinic Holistic Health Care, Jakarta. Melalui kelas itu, ia ingin mengembalikan popularitas persalinan normal. 

“Salah satunya dengan pemberdayaan diri, mengupayakan segala hal mulai body, mind, dan spirit. Untuk body, mulailah dengan pemeriksaan secara teratur ke dokter, olah raga seperti senam kegel, dan lain-lain. Sementara mind jarang disentuh, padahal memiliki peranan penting. Dengan sugesti yang positif, pikiran jadi lebih tenang sehingga bayi lahir dalam kondisi nyaman. Ke depan, ia akan menjadi generasi yang lebih baik. Untuk spirit, agamalah yang berperan besar,” urai dia. 

Hypnobirthing (dok. pribadi)
zoom

Lanny kemudian membuat dua buku yakni, Keajaiban Hypnobirthing dan Hypnobithing: A Gentle Way to Give Birth. Selain itu, ia mengajarkan hypnobirthing kepada lebih dari 2.000 bidan di seluruh Indonesia.

“Saya ingin mengembalikan peran bidan sesungguhnya yaitu orang yang setia berada di samping calon ibu, terutama saat bersalin. Itu cita-cita saya selanjutnya. Semoga generasi mendatang akan lebih baik,” harap Lanny.

 

(ages / gur)