TABLOIDBINTANG.COM -  Perubahan besar dialami Debora Gondokusumo (33) ketika hamil anak pertama tiga tahun lalu. Tak hanya mengalami perubahan fisik tapi juga karier.

Setelah memutuskan hengkang dari sebuah perusahaan multinasional, ia meluncurkan produk Herbilogy, superfood bubuk ekstrak dari tanaman alami asli Indonesia.

Hamil anak pertama mengajarkan banyak hal kepada Debora. Sebagai calon ibu yang ingin memberikan segala yang terbaik untuk si calon anak, ia lebih selektif dalam memilih makanan.

Baca juga

Salah satu syaratnya makanan yang ia konsumsi harus alami dan benar-benar sehat. Debora percaya asupan makanan sehat dan alami sangat berperan dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak sejak berada di dalam kandungan.

Debora Gondokusumo Ajak Ibu Sehat dengan Herbilogy (Bambang / tabloidbintang.com)
zoom

Putra Debora, Philip Kalona, lahir sehat. Namun di awal kelahirannya ia harus berjuang memberikan ASI karena produksi ASI-nya sedikit.

Berbagai upaya dilakukan. Mulai mendatangi klinik laktasi sampai mengonsumsi katuk sebagai booster ASI. Berangkat dari masalah yang ia alami sendiri, lulusan teknik kimia University of Michigan ini terinspirasi membantu para ibu mengonsumsi makanan sehat secara praktis.

Setelah berhenti bekerja, ia mulai melakukan riset untuk membangun Herbilogy. Ia mencari tahu khasiat tanaman herbal yang familier di masyarakat.

Setelah satu tahun riset, uji coba, dan mengurus sertifikasi, produk Herbilogy diluncurkan pada April 2016. Diproduksi dalam bentuk bubuk ekstrak, total produk makanan tambahan atau pelengkap ini sudah meluncurkan 13 ragam ekstrak bubuk.

Debora Gondokusumo Ajak Ibu Sehat dengan Herbilogy (Bambang / tabloidbintang.com)
zoom

Di antaranya temulawak, alang-alang, jahe merah, daun katuk, kayu manis, dan alang-alang. Mengingat semua bahan baku diperoleh dari petani lokal di beberapa wilayah Tanah Air seperti Aceh, Medan, Bandung, Cianjur, Wonosobo, dan Nusa Tenggara Timur, produk Herbilogy dijual dengan harga terjangkau.

“Sembilan puluh persen tanaman superfood ada di Indonesia. Jadi kami bisa potong biaya impor makanya harganya terjangkau," ungkapnya.

Debora mengklaim, penjualan Herbilogy sejauh ini cukup memuaskan. Namun ia enggan merinci nilai nominal penjualannya.

“Banyak juga pembeli yang berbagi resep. Kayaknya kami cukup berhasil menginspirasi perempuan-perempuan Indonesia,” ucap Debora ditemui di Jakarta, pekan lalu.

Herbilogy man dikonsumsi karena tidak menggunakan pewarna, perasa, pemanis tambahan, pengawet, apalagi bahan kimia. 

 

(yuri / gur)