TABLOIDBINTANG.COM -  Tidak mudah bagi Debora Gondokusumo untuk memopulerkan Herbilogy. Terlebih pola pikir sebagian masyarakat yang masih menyepelekan efek pencegahan penyakit.

“Sebagian masyarakat Indonesia belum terbiasa dengan konsep menjaga kesehatan dan masih berpikiran kalau sakit ya tinggal minum obat,” ujar Debora Gondokusumo.

Sadar akan kendata tersebut, Debora memperkenalkan Herbilogy dengan pendekatan edukasi kesehatan. Misalnya, masalah kesehatan yang dialami ibu dan anak.

Baca juga

Pendekatan Edukasi Kesehatan ala Debora Gondokusumo (Bambang / tabloidbintang.com)
zoom

“Ibu kesulitan menyusui misalnya, kami gunakan katuk karena sudah dikenal sebagai tanaman yang melancarkan ASI. Jadi proses edukasinya tidak terlalu sulit,” kata wanita kelahiran Bandar Lampung, 13 Maret 1984 ini.

Debora awalnya memasarkan Herbilogy lewat media sosial dan situs web. Namun kini Herbilogy bisa diperoleh di toko-toko yang menjual makanan sehat di seluruh kota besar di Indonesia.

Tidak lupa, saat berjualan Debora melakukan proses edukasi tentang kesehatan kepada masyarakat. Salah satunya dengan membuat tulisan seputar gangguan kesehatan dan membagikan resep makanan sehat lewat media sosial. Tujuannya kata Debora agar masyarakat terutama para ibu yang menjadi target pasar Herbilogy tertarik untuk membuat makanan sehat.

“Bagaimanapun para ibu menjadi kunci kesehatan keluarga,” cetusnya.

Pendekatan Edukasi Kesehatan ala Debora Gondokusumo (Bambang / tabloidbintang.com)
zoom

Menghadapi persaingan dengan produk sejenis, Debora mengaku tidak gentar. Ia malah lebih terpacu untuk menghasilkan varian lain untuk menarik minat pembeli.

"Kalau banyak saingan berarti bisa memberikan masyarakat pilihan lebih banyak lagi untuk mengakses produk sehat,” kata Debora Gondokusumo.

Wanita yang tengah hamil anak kedua ini mengajak masyarakat menjaga hidup sehat dan menggunakan tanaman-tanaman Indonesia.

"Ayo ibu-ibu bikin makanan sendiri di rumah supaya anaknya tetap sehat," seru Debora Gondokusumo.

(yuri / gur)