TABLOIDBINTANG.COM -  Dunkirk, panen pujian dari kritikus dunia dan bertengger di puncak box office Amerika. Film tentang pembebasan tentara Inggris yang dikepung armada Jerman di Dunkirk, Prancis pada era Perang Dunia II itu, digadang-gadang akan meraih nominasi kategori teknis di ajang Academy Awards 2018.

Christopher Nolan (sutradara trilogi The Dark Knight) adalah dalang di balik sukses proyek senilai 150 juta dollar AS (atau setara dengan 1,95 triliun rupiah) itu.

Dalam sejarah film Hollywood, Dunkirk bukan film perang pertama yang dikritik positif. Siapa para pendahulunya? 

Baca juga

1.    Inglourious Basterds (Quentin Tarantino, 2009)

dok. express elevator
zoom

Ini film fiksi tentang tentara Amerika dan wanita keturunan Yahudi yang berniat membunuh tentara Nazi, Jerman. Selama peredarannya di seluruh dunia, Inglourious Basterds mencetak laba kotor 4,2 triliun rupiah. Pencapaian ini menempatkan Inglourious Basterds sebagai film Quentin dengan pendapatan tertinggi sebelum dilewati karyanya sendiri yang menyinggung soal perbudakan, Django Unchained (2012). Kritikus film ternama Roger Ebert memberikan nilai sempurna (4 dari 4 bintang) buat Inglourious Basterds. Roger dalam resensinya bilang, film yang dibintangi Brad Pitt ini sangatlah menghibur dan tetap bisa menikmati meski telah ditonton lebih dari sekali. Lewat film ini, aktor Christoph Watlz meraih Oscar pertamanya. 

2.    Letters From Iwo Jima (Clint Eastwood, 2006)

dok. maxresdef
zoom

Tahun 2006 menjadi tahun monumental bagi sineas peraih 4 Oscar, Clint Eastwood. Pada tahun itu, ia memproduksi 2 film tentang invasi ratusan ribu tentara Amerika ke pulau Iwo Jima, Jepang, yang hanya dipertahankan oleh puluhan ribu tentara Jepang. Kedua film itu, Flags of Our Fathers dan Letters From Iwo Jima. Flags of Our Fathers menceritakan invasi dari sudut pandang tentara Amerika. Sebaliknya, Letters From Iwo Jima fokus pada kondisi tentara Jepang yang menghadapi kekalahan di depan mata. Mayoritas bintang dalam film ini aktor asli Jepang dan menggunakan bahasa Jepang secara keseluruhan. Kedua film ini dipuji kritikus dan meraih nominasi Oscars. Namun, Letters From Iwo Jima lebih dikenang. Film ini memberi sudut pandang baru bagi penonton. Selain itu, emosi dan visual perjuangan tentara Jepang terasa nyata berkat teknik pewarnaan yang menyerupai versi monokrom.

3.    Saving Private Ryan (Steven Spielberg, 1998)

dok.maxresdef
zoom

Film ini menceritakan misi penyelamatan tentara Amerika, Private Ryan (Matt Damon) dengan latar invasi di Normandy, Prancis ketika Perang Dunia II berkecamuk. Penyelamatan dilakukan atas dasar rasa iba karena ibunda Ryan telah kehilangan tiga orang putra dalam perang itu. Fokus film ini tertuju pada delapan orang yang tergabung dalam misi penyelamatan di bawah kepemimpinan Kapten Miller (Tom Hanks). Diadaptasi dari kisah nyata seorang ibu yang kehilangan lima putranya dalam Perang Dunia, film dengan biaya produksi 70 juta dollar AS ini meraup untung fantastis 481 juta dollar (setara dengan 6,26 triliun rupiah). Saving Private Ryan membawa pulang 5 Piala Oscar (dari 11 nominasi). Sayang, di ajang Academy Awards 1999, langkah film ini untuk meraih Film Terbaik dijegal oleh drama Shakespeare in Love. Banyak kritikus mengurut dada atas keputusan juri Oscars memenangkan Shakespeare in Love kala itu. 

4.    Schindler's List (Steven Spielberg, 1993)

dok. theyoungfolks
zoom

Sebelum Saving Private Ryan, Steven lebih dulu menuai pujian kritikus melalui Schindler's List. Berlatar Polandia yang tengah dikuasai Jerman, film ini menceritakan usaha heroik pengusaha sekaligus anggota Nazi, Oskar Schindler (Liam Nesson) dalam menolong bangsa Yahudi dari peristiwa Holocaust. Ia mempekerjakan mereka di perusahaan miliknya. Yang membuat film berdurasi 3 jam lebih ini menarik, perubahan sikap Oskar yang awalnya merekrut bangsa Yahudi untuk kepentingan bisnis menjadi kerelaan hati untuk menolong. Kisah ini menyentuh hati penikmat film sejagat. Terbukti, Schindler's List mencapai tangga box office dengan keuntungan 321 juta dollar AS (sekitar 4,1 triliun rupiah). Pencapaian itu disempurnakan dengan panen 7 Piala Oscar termasuk Film Terbaik. Melalui Schindler's List, Steven mendapat pengakuan sebagai Sutradara Terbaik untuk pertama kali.

 

(yuri / gur)