KISAH berawal dari jatuhnya politikus Bhani Pratap saat berpidato akibat serangan jantung. Ia mendelegasikan kepemimpinan Partai Rashtrawadi pada adiknya, Chandra Pratap dan putranya, Prithvi (Arjun Rampal). Veerendra (Manoj Bajpai), putra Bhanu merasa punya kapasitas menggantikan ayahnya.
Pergantian kekuasaan membuat hati Veerendra mendidih. Dimulailah politik kotor. Ia mengutus pembunuh bayaran menghabisi Chandra yang baru saja mengantar putra bungsunya, Samar (Ranbir Kapoor), ke bandara. Usai mengeksekusi pamannya, Veerendra menjerat Prithvi dengan skandal pelecehan seksual.
Melihat ayah dan kakaknya menjadi korban politik, Samar mengurungkan niat kembali ke Amerika. Ia menyusun siasat membalas permainan kotor Veerendra. Dimulai dengan membuat surat pengunduran diri dari partai, atas nama Prithvi. Setelah itu, Samar dan Prithvi mendirikan partai baru. Samar meminang putri konglomerat Indu (Katrina Kaif), yang bersedia mendanai partai. Indu dinikahkan dengan Prithvi, padahal hatinya hanya tertuju pada Samar.
Dear sineas Indonesia, kami ingat betul film Bollywood pernah ditempatkan di kasta ketiga setelah Hollywood dan film nasional. Menyanyi dan menari ala film India masuk kategori “enggak banget”. Bahkan sering dijadikan olok-olok. Itulah sebabnya bioskop-bioskop spesialis pemutar film Hindustan gulung tikar satu per satu. Sekarang, coba perhatikan film India sekarang. Perhatikan betapa My Name Is Khan dipinang 20th Century Fox. Bagaimana 3 Idiots menjajah dunia. Dan kini, Raajeeti memberi penyegaran dengan mengangkat sisi kelam politik partai. Tak sempurna memang, tapi patut diperhitungkan.
Tak perlu bermimpi muluk, dipinang studio besar seperti Fox. Mari berpikir sederhana. Sudah beranikah produser film Indonesia meragamkan tema? Ingat, meragamkan, dan bukan menyeragamkan. Satu film reliji booming, semua menggadai idealisme dengan bikin film sejenis. Satu horor melejit, semua hantu jadi banci tampil. Satu komedi seksi meledak, sejurus kemudian paha dan dada menghiasi sinepleks. Kalau tingkah para pedagang, ups, maksud kami produser film Indonesia selalu begini, kapan dong, Indonesia melahirkan film politik sekolosal Raajneeti?
(wyn/gur)
Tambah Komentar
- Ameesha Patel, Tak Ingin Seperti Gantungan Baju - 05-02-2011
- Tak Takut Kerusuhan, Celina Jaitley Nekat Menikah di Mesir - 04-02-2011
- Mengapa Sanjay Dutt Ogah Beradu Akting dengan Mallika Sherawat? - 04-02-2011
- Ranbir Kapoor, Pria Terseksi Se-Asia - 03-02-2011
- Bagaimana Akhir Konflik Shahrukh versus Salman Khan? - 02-02-2011




Komentar
RSS feed untuk komentar ini