SPONSORSHIP atau menyelipkan produk iklan dalam drama menjadi salah satu strategi iklan yang paling ampuh. Terkadang membantu membangun latar atau jalan cerita, tapi jika berlebihan rasanya agak mengganggu. “Majalah 100 persen bebas dari iklan? Apa kau bercanda?” begitu lontar tokoh Park Ki Ja.
Tapi terlalu banyaknya iklan produk di drama ini membuat banyak orang menafsirkan, kalimat ini sebenarnya sindiran untuk drama ini sendiri. Kalau kata “majalah” diganti dengan “drama”, pas sekali dengan drama Style.
Kalau Anda perhatikan, produk iklan mulai dari kedai kopi, roti, ponsel, minuman, mobil, hingga merek permen banyak seliweran di 16 episode drama Style. Produk mobil dan permen bahkan mengambil salah satu adegan dengan dialog berisi penjelasan produk. Hmm, sangat kentara iklannya.
Ini membuat banyak penonton di Korea komplain. “Saya merasa seperti menonton iklan berdurasi panjang. Padahal saya berharap mereka membuat drama yang stylish dan edgy,” komplain Lee Sung Hyun, seorang penonton.
“Saya tak tahan. Penempatan produknya sangat mengganggu jalannya cerita,” timpal penonton lain bernama Shim Sang Hyun. Tapi kalau Anda tak ngeh dengan produk-produk iklan yang muncul, berarti tak mengganggu, kan?
(riz/gur)
Tambah Komentar
- Jumong Pindah Jam Tayang, Siap-siap Nonton My Fair Lady - 30-03-2010
- Rain Menjadi “Boneka Seksi” di Album Baru - 30-03-2010
- U-Know Yunho Satu-Satunya Artis Asia di Konser Setahun Tewasnya Jacko - 29-03-2010
- SHINee Raih Penghargaan di Singapura - 24-03-2010
- Jumong, Pahlawan Legendaris Kerajaan Goguryeo - 23-03-2010




Komentar
mnding muterin "GOD OF STUDY" atau "YOU'RE BEAUTIFUL" kemana" deh~
keren abis,hohoho
RSS feed untuk komentar ini