INDOSIAR yang sukses ketika menayangkan serial-serial drama saeguk atau drama berlatar sejarah Korea seperti Jewel in The Palace (JIP) dan Queen Seon Deok (QSD) boleh optimistis begitu menayangkan Jumong Prince of Legend pekan lalu.
Melihat antusiasme penonton di Indonesia akan serial-serial berlatar masa kedinastian, Jumong diprediksikan bakal mengulang eforia JIP pada 2005 lalu dan QSD yang baru usai tayang bulan lalu.
Di negeri asalnya, Jumong sudah mendahului sukses QSD tiga tahun silam. Jumong menyamai rekor JIP yang ratingnya menembus angka keramat, 50%. Jumong yang memakai judul barat Prince of Legend ini mengawali episode pertama dengan rating 16,3% menembus angka 40,1% di episode ke-16, dan ditutup dengan angka 51,9% di episode ke-81 yang sekaligus menjadi penutup kisah panjangnya.
Jika penduduk dunia mengenal tokoh Alexander Th e Great atau Gengis Khan, Korea punya seorang pahlawan yang tak kalah legendaris, Jumong. Ia pahlawan yang disebut-sebut sebagai pembuka langit Joseon Lama yang pernah berjaya, dengan mengalahkan ribuan tentara China.
Meski tak banyak fakta yang mencatat kisah hidup Jumong, namanya dikenang sebagai pahlawan sejati, pahlawan yang namanya pernah dianggap sebagai mitos karena kehebatannya yang bak kisah dongeng.
Betapa pentingnya tokoh Jumong di serial ini sudah bisa disimpulkan dari pemilihan judul, dengan mengambil nama Jumong.
Sedikit mengulas kembali, Jumong putra yang lahir dari dua pejuang bangsa Korea sejati. Ayahnya Hae Mo Soo, jenderal paling disegani rakyat Korea dan paling diburu tentara Han karena keberaniannya mempertahankan Tanah Air.
Sedangkan ibunya Putri Yoo Hwa, putri keturunan len Baek yang seluruh keluarganya menjadi korban pembantaian tentara Han. Namun sejak kecil Jumong tinggal bersama ayah tirinya, Raja Geum Wa dari Kerajaan Buyeo yang merupakan sahabat kental ayahnya. Jumong tumbuh dan besar di lingkungan istana, sampai sang ibu memerintahkannya belajar di luar istana.
Jumong lalu berguru pada seorang pria buta yang memiliki kemampuan bela diri tinggi. Pria itu tak lain Hae Mo Soo, ayah kandungnya yang selama ini diketahuinya sudah tewas. Di tangan Hae Mo Soo, Jumong dididik menjadi seorang petarung tangguh, ahli memanah yang tiada duanya, dan pria sejati yang rela mengorbankan apa pun demi harga diri bangsanya.
(riz/gur)
Tambah Komentar
- Lee Min Ho Ingin Dapat Pujian di 'Personal Taste ' - 05-04-2010
- Jumong Pindah Jam Tayang, Siap-siap Nonton My Fair Lady - 30-03-2010
- Rain Menjadi “Boneka Seksi” di Album Baru - 30-03-2010
- U-Know Yunho Satu-Satunya Artis Asia di Konser Setahun Tewasnya Jacko - 29-03-2010
- SHINee Raih Penghargaan di Singapura - 24-03-2010




Komentar
percuma aq nunnggu tp g ada
RSS feed untuk komentar ini