SATU setengah tahun sudah Wang Lee Hom (34) absen merilis album sejak terakhir berjaya dengan Heartbeat. Saat itu promo dalam dan luar negeri, konser Music Man, berakting di Little Big Shoulder, dan jadi spokeperson untuk berbagai produk iklan seakan tak henti menyita waktu.
Tapi di sela-sela jadwal padatnya itu, Lee Hom juga nyambi mengerjakan album selanjutnya dan menjajal proyek idealisnya menjadi seorang sutradara film.
Ya, Anda yang rajin mengikuti perkembangan berita para selebriti Mandarin pasti tahu betapa pria yang lahir di New York ini ingin sekali mewujudkan ambisinya menggarap film. Meski terbilang baru di ranah akting, Lee Hom menunjukkan bakatnya dengan berakting ciamik di film-film yang pernah dibintanginya termasuk Lust, Caution.
Dan untuk seorang pekerja keras macam Lee Hom, belum puas rasanya kalau tak merambah jadi sosok di balik layar -- meski ia juga yang jadi bintang utamanya di film berjudul Love Disguise.
Menilik seabrek kegiatannya, wajar Lee Hom merasa waktunya tersita banyak demi kepentingan karier. Banyak sekali momen penting terlewatkan olehnya. “Mulai dari tumbuh kembang keponakanku hingga pernikahan temanku. Aku hanya bisa mendengar kabarnya, tidak bertemu langsung. Begitulah, yang lain sibuk mengurusi hidup, aku malah sibuk bekerja, haha,” ujarnya sambil tersenyum.
Meski sadar tak bisa lagi hidup normal seperti dulu, Lee Hom berusaha mengambil sisi positifnya. Tahun demi tahun ia anggap sebagai proses pembelajaran buat dirinya yang haus pengetahuan.
“Tiap tahun selalu saja ada mimpi baru yang terlintas di benak menunggu untuk segera dikejar dan diwujudkan,” ungkap pria yang ikut membawa obor Olimpiade Beijing 2008 ini.
Dan mimpi itu mahal harganya. Banyak yang harus dikorbankan -- yang paling besar kualitas waktu dan pertemuannya dengan keluarga.
“Mereka sangat mendukungku dan itu yang kadang membuatku merasa bersalah. Ketika ibuku datang ke Taipei sengaja menjengukku, aku pun tak bisa meninggalkan perkerjaan. Terpaksa ia hanya bisa melihatku bekerja. Saking sibuknya, aku bahkan sampai tak sempat membuatkan teh dan hanya sebentar makan menikmati makan bareng. Sampai akhirnya aku baru menyadari semuanya saat ia sudah pulang,” kenang Lee Hom.
Perasaan bersalah yang berkecamuk soal keluarga membawa Lee Hom sering merenung. Suatu pagi ia terbangun dan berusaha rileks di bawah semua himpitan pekerjaan. Namun tanpa sadar otaknya tetap bekerja mencari inspirasi untuk album barunya. Pandangannya tertumbuk ke dapur rumahnya yang sepi. Tiba-tiba rasa sepi menyerang hati Lee Hom. Perlahan muncul lirik dan melodi yang kemudian digabungkannya membentuk lagu.
“Aku tahu pasti banyak orang merasakan hal yang sama denganku. Berusaha mengejar mimpi, berlari tanpa henti. Padahal dunia ini bergerak cepat. Mereka pun sampai tak punya waktu untuk santai sejenak menikmati hidup dan mendengarkan kisah-kisah sederhana. Semoga lagu-lagu yang kuciptakan bisa membagi kebahagiaan dan memberi pelukan hangat,” papar pria ikut memeriahkan konser Usher di Beijing.
“Aku juga ingin menegaskan, hidupku sama dengan mereka. Bekerja untuk hidup, mencari kebahagiaan, mengejar mimpi. Ada air mata dan perpisahan di prosesnya, tapi aku percaya tiap orang akan menemukan tempatnya masing-masing. Pesannya, mengejar mimpi itu penting, cuma jangan sampai mengabaikan orang-orang di sekeliling kita. Harus selalu berbagai perhatian dan kasih sayang. Tenang saja, kebahagiaan sebenarnya ada di depan mata kita di setiap hal kecil kehidupan. Hanya menunggu kita bisa merasakan dan menghargainya,” imbuhnya.
Demi menyempurnakan pesan yang ingin disampaikannya, Lee Hom memilih menyutradarai sendiri video klip singelnya, “Firewood, Rice, Oil, Sauce, Vinegar, Tea”.
Berkolaborasi dengan Vivian Hsu, Lee Hom ingin memberikan gambaran sederhana kebahagiaan. Tak tanggung-tanggung, 2 juta dollar Taiwan (sekitar 600 juta rupiah) digelontorkan, 30 kru diperkerjakan, kamera film profesional 35 mm disewa. Hasilnya sudah bisa Anda nikmati di YouTube.
Penggambarannya pas, membuat yang menonton berpikir apa itu kebahagiaan, yang ternyata bisa digambarkan dengan hal-hal sederhana. Tak hanya video klip yang mengambil latar hangat sebuah rumah, di albumnya Lee Hom juga memberi bonus kunci berbentuk hati.
“Aku berharap ketika bertemu dengan pasangan yang tepat kalian bisa memberikan kunci itu. Melambangkan keluarga, kamar, dan hati yang diharapkan datang membuka. Kalau pintunya sudah terbuka, kalian bisa janji membangun kebahagiaan bersama.”
Waduh, jadi makin penasaran, ya menunggu albumnya. Nah, kalau Anda belum terlalu familier dengan musik-musik Lee Hom, boleh lho ikut kuis di edisi ini. Kami membagikan CD Heartbeat Lee Hom beserta 2 CD Van Ness Wu dan Joanna Wang. Ya, hitung-hitung pemanasan sebelum CD barunya rilis, hehehe.
dari berbagai sumber
(yoci/gur)
Tambah Komentar
- 'Summer's Desire', Sinopsis dan 3 Tokoh Utama - 23-08-2010
- Pesona Bintang-bintang Taiwan di 'Summer's Desire' - 23-08-2010
- Vic Chou, Imej Baru di 'Love You 10000 Years' - 23-08-2010
- Menikmati Curhat Jay Chou di 'The Era' - 29-07-2010
- Perhatian Jay Chou Kepada Para Penggemarnya - 21-07-2010



