AFRIYANI Susanti, pengemudi mobil Daihatsu Xenia yang menabrak para pejalan kaki hingga menewaskan 9 orang pada Minggu (22/1) lalu, akhirnya memberikan pernyataan kepada media.
Dalam pernyataan yang ditulisnya sendiri, Ani—demikian wanita berusia 29 tahun itu biasa disapa—mengungkapkan penyesalannya yang amat mendalam atas peristiwa yang terjadi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat itu.
Menurut Ani, penyesalan itu sudah dirasakannya sejak peristiwa itu terjadi.
“Sesungguhnya saya telah merasakan penyesalan yang sangat terdalam kepada semua korban dari saat kejadian tersebut hingga khir dari perjalanan hidup saya nanti”, ujar Ani.
Dalam pernyataan tertulis yang juga dibacakan oleh adik bungsunya, Ayu Dyah Safitri (16) pada Rabu (25/1) malam di sebuah coffe shop di Jl. MT Haryono, Jakarta Timur itu, Ani juga meminta maaf kepada keluarga korban meninggal dunia.
“Maafkan saya atas atas semua kehilangan Anda, maafkan saya atas kehilangan cinta Anda, maafkan saya atas kehilangan pengharapan Anda, maafkan saya....Demi Allah saya memohon maaf atas semuanya... saya mungkin tak patut mendapatkan maaf dari Anda semua... tapi izinkan saya untuk mengatakan ‘Maaf...Maaf...Maaf!
(gur/gur)
Tambah Komentar
- Ini Penyebab Iis Sugianto Gugat Cerai Suami Setelah 17 Tahun Menikah - 26-01-2012
- Gugat Cerai Suami, Nova Eliza Dituding Cari Popularitas - 26-01-2012
- Tak Tahan Diteror, Semua Akun Jejaring Sosial Keluarga Afriyani Susanti Dinonaktifkan - 26-01-2012
- Nova Eliza Jalani Sidang Perdana Perceraian Hari Ini - 26-01-2012
- Afriyani Susanti Minta Maaf kepada Ibunya: “Doa Ibu Cukup Membuat Saya Merasa Lebih Berarti dari Apa Pun" - 26-01-2012





Komentar
Harapan saya kasus AS ini bs jd contoh, caranya ya di hukum seberat mungkin, krn kita msh hidup di dunia, yah yg bs melaksanakan hukumannya yg berwajib, agar tdk ada lg kasus serupa, agar misal ada yg pengen mabok itu at least mikirlah klo mabok nyetir, big chance yah makan korban(ini namanya mencari kesempatan utk dpt musibah)
Saya pribadi tdk setuju klo hukumannya hukuman mati, siapalah kita berhak mencabut nyawa, cukup yg berwajib kiranya bersikap adil, pikirlah berapa nyawa hilang dlm sekejap, pikirlah duka kel korban, klo menye2 dlm menghadapi kasus AS ini, jgnlah heran klo nanti2 ada driver mabok lg yg nabrak para pejalan kaki..
PEACE!
semua orang punya salah, nda ada salah kecil salah besar, namanya salah ya salah, harus dihukum.
saya setuju dengan RS, Tuhanlah yang pantas memberi hukuman yang adil, di negara RI mungkin hanya dihuku,5-6tahun tapi kita tidak tahu apa hukuman dariNya
RAMADHAN
setuju 100%, hukum mati aja pantasnya
yang ngebela sama artinya pembunuh jg!! harusnya pembunuh dihukum bunuh juga dong!! wis gembrot...ireng...elek...pembunuh maneh.....komplit, gayanya sok modern...kebablasan. Abis narkoba trus ngebunuh...pake kudung lagi! ngerusak arti perempuan berkrudung tolol
RSS feed untuk komentar ini