OKTOBER tahun lalu tujuh anak muda yang menggunakan identitas kolektif SM*SH (baca: Smash -- kependekan dari Seven Man As Seven Heroes) hadir meramaikan kancah musik lokal.
Kemunculan mereka -- Rangga Dewamoela Soekarta, Bisma Karisma, Handi Morgan Winata, Reza Anugrah, M Ilham Fauzi E, Rafael Landry Tanubrata, dan Dicky Muhammad Prasetya -- seolah menentang arus pasar musik. Bila, kebanyakan kelompok musik hadir dalam format band Melayu, SM*SH mengusung konsep boy band.
Begitu muncul, SM*SH direspons positif. Singel mereka “I Heart You” menjadi lagu yang airplay-nya tergolong tinggi di radio. Video klip lagu itu yang diunggah ke laman YouTube sudah ditonton lebih dari 400 ribu kali.
Bahkan video klip yang memarodikan “I Heart You” sudah ditonton lebih dari 100 ribu kali. SM*SH juga kerap bolak balik tampil di televisi, terutama di acara musik.
Apa yang membuat SM*SH disambut? Bisa jadi karena kemuculannya yang antithesis dengan pasar musik lokal yang sedang condong ke Melayu. Genre yang melawan arus memudahkan mereka merebut atensi.
Tapi bukan karena konsep musik yang berbeda saja mereka mencuri perhatian. Ada beberapa sebab. Faktor yang pertama, ada pada lagu mereka “I Heart You”. Ini lagu sederhana, namun punya reffrain yang cepat nempel di telinga. Lirik lagu yang unik -- di bagian lirik ada kata cenat-cenut -- juga menjadi daya pikat tersendiri.
Punya tampang imut jadi salah satu kelebihan band ini. Tak bisa dipungkiri, wajah mereka juga menjadi magnet yang menarik penggemar -- khususnya remaja putri.
Heboh gelombang drama dan musik Korea yang melanda negeri ini juga berperan signifikan mendongkrak popularitas mereka.
Konsep musik dan performance yang terpengaruh K-Pop, membuat mereka jadi bahan gunjingan para pecinta Korea, khususnya di dunia maya. Pergunjingan itu tak bisa dipungkiri membuat nama Bisma cs melambung di dunia virtual.
Respons terhadap kemunculan SM*SH terbelah dua, pro dan kontra. Jumlah dua pihak ini sama besarnya. Mereka yang menggemari band ini menamakan dirinya SM*SH Blast. Kalau browsing ke dunia maya, Anda bakal menemukan banyak blog yang didesikan buat personel SM*SH.
Pun di laman YouTube bisa dengan mudah menemukan banyak penggemar mereka melafalkan lirik you know me so well.... Mereka punya fanatisme tinggi.
Jangan coba usik idola mereka, karena mereka tidak akan tinggal diam. Ketika di Twitter ada yang menyindir, seorang penggemar, SM*SH Blast tak tinggal diam.
“Nggak usah ngatain deh. Ngaca dulu baru ngatain SM*SH,” tulis si penggemar.
Fanatisme juga ditunjukkan penggemar di dunia nyata. Ke mana pun band ini pergi, mereka selalu dikerubungi fans.
“Di Depok pernah ada fans yang sampai menangis demi meminta foto bersama SM*SH. Bahkan pernah mobil kami diserbu dan digedor-gedor penggemar,” tutur Morgan.
Sementara yang membenci mereka menganggap SM*SH tak lebih dari imitator band Korea lantaran konsep musikal dan gaya manggung mereka mencontek boy band Korea.
SM*SH juga sering diserang karena kemampuan bermusik -- terutama vokal -- yang masih belum mumpuni.
Disukai atau dicaci, yang jelas SM*SH makin populer.
(bin/gur)
Tambah Komentar
- Linda Ramadhanty, Tak Pernah Putus Komunikasi dengan Anak Sejak Dalam Kandungan - 26-01-2011
- Laura Basuki, Piala Citra Bikin Mantap Menikah - 25-01-2011
- Tina Talisa: Ada Yang Mengira Saya Masih Hidup Dengan (mantan) Suami - 24-01-2011
- Profil Para Personel SM*SH - 21-01-2011
- Sarah Hadju: Anak Bertanya Bukan Berarti Melawan - 20-01-2011





Komentar
moga sukses untuk go international
aidhacata XXXXxxxxxx khania
nama ku khania
boleh tau nope"y gha
plizz ganteng
minta nope y ka bisma donk !!!!!
saya dina
bleh minta alamat twitternya gk ????
.sya... leh qk. mnt numpz hpx...????>>....
RSS feed untuk komentar ini