KABAR duka itu datang bagai petir di siang bolong. Tak ada mendung apalagi hujan.
Salah satu penyanyi dengan suara terindah di dunia itu, Whitney Houston meninggal di usia 48 tahun, Sabtu (11/2) waktu setempat.
Banyak orang tumbuh dengan lagu-lagu Whitney Houston. Bagi generasi 1980-an dan 1990-an, Houston adalah penyanyi wanita yang layak digelari diva. Pamornya meredup di tahun 2000-an seiring ia kecanduan narkoba dan alkohol. Generasi 2000-an mungkin hanya mengenalnya dari berbagai berita miing soal dia, keluar-masuk panti rehabilitasi atau bertingkah bodoh karena sedang mabuk. Akhirnya, generasi 2000-an lebih mengenal Mariah Carey, Alicia Keys, Beyonce, atau yang lebih terkini, Rihanna.
Padahal, tanpa Houston mungkin takkan lahir diva-diva lain dari kalangan penyanyi non-kulit putih. Sedikit banyak, semua penyanyi kuit berwarna berutang pada jasa Houston yang telah membuka pintu bagi mereka.
Sebelum Houston, warga kulit hitam sudah punya diva Aretha Franklin. Ia mungkin penyanyi dengan suara terbaik yang pernah ada. Tapi Aretha lebih dikenal di kalangan terbatas. Aretha hanya menjadi legenda di Amerika. Ia kurang nge-pop. Lain dengan Houston. Debutnya di tahun 1980-an, saat Amerika menjadi pusat budaya pop dunia, membuatnya langsung jadi sorotan dunia.
Houston lahir 9 Agustus 1963 dari keluarga penyanyi. Ibunya, Cissy Houston, seorang penyanyi R&B dan gospel (lagu rohani). Houston tumbuh di lingkungan dengan bakat-bakat terbaik. Aretha Franlin dan Gladys Night adalah sahabat keluarganya. Sepupunya adalah Dione Warwick. “Saat saya menyanyi,” katanya suatu kali pada Rolling Stone, “rasanya hampir sama dengan berbicara saja.” Saat umurnya 22 tahun, Houston menjadi penyanyi wanita terbesar di angkatannya. Album debutnya di tahun 1985 terjual 25 juta copy dengan hit antara lain “Saving All My Love for You”. “How Will I Know”, dan “The Greatest Love of All.”
Di tahun 1980-an, saat baru muncul, MTV sering dikritik karena tak cukup memberi tempat bagi penyanyi kulit hitam. Popularitas Michael Jackson membuat MTV berubah. Boleh dibilang, Houston melakukan hal yang sama untuk ukuran penyanyi wanita.Houston menjadi salah satu dari sedikit artis kulit hitam yang lagunya sering diputar di MTV menyusul sukses video klip “How Will I Know”.
Setelah Houston, sejumlah penyanyi cewek kulit hitam lain menyusul populer juga. Nama macam Janet Jackson dan Anita Baker dikenal setelah Houston populer duluan. Baker suatu kali berkomentar, “Berkat Whitney dan Sade, terbuka jalan untuk saya… radio tidak lagi tabu memutar lagu penyanyi cewek kulit hitam.” Wartawan majalah Time Richard Corliss menulis, “Karena setiap kelahiran seorang bintang biasanya juga melahirkan sebuah genre musik, kesuksesannya membantu penyanyi cewek kulit hitam lain, juga penyanyi cewek lain yang bersuara emas untuk diterima pasar.” Penyanyi Mary J. Blige mengatakan Houston mengundangnya tampil ke panggung Divas Live Show VH1 tahun 1999 yang dikatakan Bige “membukakan pintu baginya ke seluruh dunia.”
Koran New York Times menyebut Houston, “merombak tradisi penyanyi bersuara gospel menjadi lebih nge-pop.” Tak ayal, Ann Powers dari Los Angeles Times menyebut Houston sebagai “national treasure.” Dia sering disebut sebagai “penyanyinya penyanyi” atas pengaruhnya pada tak terhitung penyanyi lain setelahnya.
Kita yang mengenal bakat besarnya ikut prihatin ketika Houston menikah dengan Bobby Brown dan perkawinannya tak menyehatkan. Yang kita sering dengar, ia malah kecanduan obat-obatan dan alkohol. Houston, yang punya seorang putri dari Brown, memang akhirnya cerai dari Brown tahun 2007. Tapi segalanya sudah terlambat. Diva-diva baru, yang jalannya ia bukakan, telah menyusulnya. Mariah Carey, Beyonce, atau Rihanna kini lebih dikenal generasi sekarang.
Walau bernasib tragis, walau pola hidup Houston di penghujung hidupnya tak patut ditiru, kita akan selalu bilang, seperti yang didendangkannya di soundtrack film The Bodyguard, “And I will always love you…”
(ade/ade)
Tambah Komentar
- Di Depan Hakim Angie Bilang “tidak tahu”, pada Wartawan, “Saya bersabar....” Apa Artinya? - 01-03-2012
- Kita Butuh Polisi Berani dan Jujur, atau Ganteng? - 29-02-2012
- Mengapa Si Madun, Fathiyah, dan MisKa Meraih Rating Tinggi? - 27-02-2012
- Meramal Pemenang Oscar 2012 (Siapa yang Akan Menang Menurut Kami?) - 24-02-2012
- Bagaimana Pocong Jadi Bintang Film Terpopuler dan Terlaris Saat Ini? - 15-02-2012




Komentar
the best...
RSS feed untuk komentar ini