Rabu, 23 Mei 2012

m-forumm-komunitasm-resepm-lirikm-zodiakwikibintang
Back FILM, TV, MUSIK ULASAN Pulau Hantu 3, Andalkan Keberanian Pemain Wanita, Bukan Akting!

Pulau Hantu 3, Andalkan Keberanian Pemain Wanita, Bukan Akting!

  • PDF

pulau hantu 3-20111SEANDAINYA Anda piknik di pantai dan mengalami tragedi misalnya (maaf), orang yang Anda sayangi mangkat di sana, maukah Anda menjejakkan kaki lagi di pantai itu?

Nero (Abdurrachman Arif) dan Kimo (Ricky Komo), tokoh utama di Pulau Hantu 3 (PH3) bukan sosok yang mau belajar dari pengalaman.

Sudah dua kali berkunjung ke Pulau Madara. Dua kali pula teman-temannya dibantai hantu di belakang pulau. Bukannya menjauhi, cowok mata keranjang ini malah balik lagi ke Madara bersama Gaby (Grace Veronica) dan Octa (Fara Dhiba). Alasannya, mencari kerja di sana. Pemilik resor Madara berganti ke tangan Patigana (Boy Hamzah). Nero dan Kimo bekerja di sana di bawah pengawasan Monica (Shinta Bachir).

Kembali ke Madara, bertemu hantu yang sama, diteror dengan cara sama. Bedanya, muncul teror lain lantaran Patigana diam-diam menjalani ritual membangkitkan mayat istri. Satu-satu nyawa melayang. Santang (Aiko Sarwosri) dan Monca (Laras) tewas. Nero berupaya kabur untuk kali ketiga.

PH3 memecahkan rekor horor dengan guntingan sensor terbanyak dibanding PH atau PH2. Suara dan gambar yang patah mengurangi kenikmatan menonton. Terlepas dari kebijakan juru gunting Lembaga Sensor Film, Jose dan Benny seperti kebingungan mengakhiri kisahnya.

adegan film pulau hantu 3-2Jose lupa menjelaskan ritual apa yang dilakukan Patigana. Apa namanya, dari mana kepercayaan macam ini berasal, dan apa saja yang harus dilakukan berikut manfaatnya. Berbeda dari Kuntilanak (yang juga diproduksi MVP Pictures). Penjelasan kuntilanak sebagai wanita dengan kaki kuda, figur Sri Sukma, sekte Mangkujiwo, sampai Desa Ujung Seda sangat gamblang.

Penjelasan-penjelasan semacam ini yang kami rindukan. Penjelasan detail menolong penonton memahami cerita dan menyelamatkan muka film horor dari makian penonton. Apa yang dipaparkan PH3 kalah telak dibanding produksi MVP terdahulu. Jose berupaya menambal alur yang porak poranda itu dengan keberanian (bukan akting!) para pemain wanita.

Apakah keberanian mereka memamerkan badan dan (maaf) payudara mampu menyelamatkan wajah PH3? Ternyata tidak. Karena keberanian itu tidak sepenuhnya sampai ke mata dan hati penonton. Sebagian disandera dengan embel-embel kena sensor!

Pemain: Shinta Bachir, Abdurrachman Arif, Ricky Komo, Boy Hamzah, Grace Veronica
Sutradara: Jose Poernomo
Penulis: Benny Akhmad Basuni, Jose Poernomo
Produser: Raam Punjabi
Produksi: MVP Pictures
Durasi: 85 menit

(wyn/ade)

Komentar  

 
0 #5 ss1 19-01-2012 18:30
film brengsek.. merusak moral generasi muda
Quote
 
 
+1 #4 Meina Ira 12-01-2012 18:33
sudah horor.. buka2an pun!!! buatlah karya yang bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat, menghibur dan mendidik.
Quote
 
 
+2 #3 Desi Sulistiyorini 12-01-2012 15:17
GA MUTU
Quote
 
 
+2 #2 ian 12-01-2012 14:06
ng doyan film beginian,,, )|(
Quote
 
 
+4 #1 maya asviana 12-01-2012 13:57
:dzigh:
film gak bermutu!!!!!
merusak moral aja!!!!
Quote
 

Tambah Komentar

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

FILM, TV, MUSIK

Settings

Ini Poster Terbaru "The Dark Knight Rises"

Ini Poster Terbaru

SEBUAH poster terbaru film The Dark Knight Rises dirilis online. Tapi, kok teras...

bb-launch-470x60