SEANDAINYA Anda piknik di pantai dan mengalami tragedi misalnya (maaf), orang yang Anda sayangi mangkat di sana, maukah Anda menjejakkan kaki lagi di pantai itu?
Nero (Abdurrachman Arif) dan Kimo (Ricky Komo), tokoh utama di Pulau Hantu 3 (PH3) bukan sosok yang mau belajar dari pengalaman.
Sudah dua kali berkunjung ke Pulau Madara. Dua kali pula teman-temannya dibantai hantu di belakang pulau. Bukannya menjauhi, cowok mata keranjang ini malah balik lagi ke Madara bersama Gaby (Grace Veronica) dan Octa (Fara Dhiba). Alasannya, mencari kerja di sana. Pemilik resor Madara berganti ke tangan Patigana (Boy Hamzah). Nero dan Kimo bekerja di sana di bawah pengawasan Monica (Shinta Bachir).
Kembali ke Madara, bertemu hantu yang sama, diteror dengan cara sama. Bedanya, muncul teror lain lantaran Patigana diam-diam menjalani ritual membangkitkan mayat istri. Satu-satu nyawa melayang. Santang (Aiko Sarwosri) dan Monca (Laras) tewas. Nero berupaya kabur untuk kali ketiga.
PH3 memecahkan rekor horor dengan guntingan sensor terbanyak dibanding PH atau PH2. Suara dan gambar yang patah mengurangi kenikmatan menonton. Terlepas dari kebijakan juru gunting Lembaga Sensor Film, Jose dan Benny seperti kebingungan mengakhiri kisahnya.
Jose lupa menjelaskan ritual apa yang dilakukan Patigana. Apa namanya, dari mana kepercayaan macam ini berasal, dan apa saja yang harus dilakukan berikut manfaatnya. Berbeda dari Kuntilanak (yang juga diproduksi MVP Pictures). Penjelasan kuntilanak sebagai wanita dengan kaki kuda, figur Sri Sukma, sekte Mangkujiwo, sampai Desa Ujung Seda sangat gamblang.
Penjelasan-penjelasan semacam ini yang kami rindukan. Penjelasan detail menolong penonton memahami cerita dan menyelamatkan muka film horor dari makian penonton. Apa yang dipaparkan PH3 kalah telak dibanding produksi MVP terdahulu. Jose berupaya menambal alur yang porak poranda itu dengan keberanian (bukan akting!) para pemain wanita.
Apakah keberanian mereka memamerkan badan dan (maaf) payudara mampu menyelamatkan wajah PH3? Ternyata tidak. Karena keberanian itu tidak sepenuhnya sampai ke mata dan hati penonton. Sebagian disandera dengan embel-embel kena sensor!
Pemain: Shinta Bachir, Abdurrachman Arif, Ricky Komo, Boy Hamzah, Grace Veronica
Sutradara: Jose Poernomo
Penulis: Benny Akhmad Basuni, Jose Poernomo
Produser: Raam Punjabi
Produksi: MVP Pictures
Durasi: 85 menit
(wyn/ade)
Tambah Komentar
- BGBI SCTV: Akhirnya Hunterboyz Tereliminasi! - 16-01-2012
- "Mother Keder", Susahnya Punya Ibu Bertingkah Ajaib - 15-01-2012
- Menengok "Cruel Temptation" dan "My Girl" Versi Mandarin - 14-01-2012
- Xia Aimei, Kenapa Gagal Jadi Film Penting - 13-01-2012
- RATING REPORT: Sinetron Indosiar-MNC TV Menyalip Sinetron RCTI-SCTV - 13-01-2012




Komentar
film gak bermutu!!!!!
merusak moral aja!!!!
RSS feed untuk komentar ini