You are here HOT GOSSIP PERSLAH Potongan Pajak Terlalu Besar, Artis PARSI Curhat ke DPR
forum-menukomunitas-menuzodiak-menupollm-video

Potongan Pajak Terlalu Besar, Artis PARSI Curhat ke DPR

E-mail Print PDF

Sejumlah artis yang tergabung dalam organisasi Persatuan Artis Sinetron Seluruh Indonesia (PARSI) mendatangi gedung DPR-RI, Selasa (9/3). Kedatangan mereka ke gedung dewan untuk mengadukan berbagai unek-unek, salah satunya soal pajak, yang mereka anggap terlalu mencekik leher.

Anwar Fuadi selaku Ketua Umum PARSI yang didampingi sejumlah koleganya seperti Ibnu Jamil dan Firdha Kussler, mengungkapkan, selama ini pemotongan pajak untuk para artis terlalu besar sehingga terasa memberatkan.

“Kami minta agar pajak penghasilan artis dikurangi. Karena prosentasenya saat ini terlalu besar,” kata Anwar diamini rekan-rekannya.

Namun keluhan para artis tersebut ditanggapi santai oleh Ketua DPR Marzuki Alie yang menerima langsung kedatangan mereka.

Menurut Marzuki, pemotongan pajak penghasilan untuk setiap warga Negara tidak dibeda-bedakan dan tak memandang profesi apa pun.

“Mungkin terasa besar pemotongannya karena penghasilan Anda semua juga besar. Tapi tidak ada pembeda-bedaan penghasilan,” kata Marzuki yang didampingi komedian Eko Patrio. Eko adalah anggota Komisi X DPR yang membidangi pendidikan, kesenian, pariwisata dan kebudayaan.

Sambil tersenyum Marzuki kemudian balik bertanya kepada para artis. “Coba, saya Tanya pada Anda semua, masih ada tidak yang belum punya NPWP?,” ucapnya.

Meski begitu, Marzuki tetap menampung aspirasi para artis. Dia mengusulkan, kalau memang minta pengurangan pajak, silakan para artis membuat formulanya. Kemudian diajukan ke Komisi XI yang salah satunya membidangi keuangan dan pajak.

“Coba diatur formulanya, lalu ajukan ke komisi XI. Nannti akan didiskusikan dalam rapat dengar pendapat,” pungkas Marzuki seraya berseloroh bahwa Eko Patrio juga baru mengerti soal perhitungan pajak.

(gur/gur)


Related news items:
Newer news items:
Older news items:

Tambah komentar

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.