MELINTASI kawasan Blok M, Jakarta Selatan di siang hari, seolah mewakili kesibukan sebagian besar masyarakat Jakarta. Ada 4 pusat perbelanjaan yang tak pernah sepi; Blok M Plaza, Blok M Square, Blok M Mall dan Pasaraya Blok M.
Mereka yang hendak bepergian pun memadati Terminal Blok M. Sementara ABG berseragam putih abu-abu nampak memadati beberapa sekolah negeri favorit yang berkumpul di daerah ini.
Ketika malam tiba dan aktivitas mal usai, tak lantas membuat Blok M sunyi. Puluhan kafé, pub, bar dan karaoke yang tersebar di sini siap memanjakan penikmat hiburan malam. Kini ada alternatif buat Anda yang tak suka nightlife tapi doyan wisata kuliner.
Di saat pemilik toko Blok M Square mulai membereskan lapaknya, di depan pintu masuk Berlian (pintu yang menghadap Blok M Plaza, red) tampak pedagang menggelar tikar. Mereka penyewa tenant lesehan resmi yang disediakan Blok M Square. Meski akses masuk harus melewati deretan kelab malam, Anda tak perlu risau.
“Dijamin aman, karena didukung dengan pengamanan dari pihak sekuriti yang bekerjasama dengan RW setempat,” tegas Sunardi Rustandi, General Manager Blok M Square.
Dengan konsep lesehan, Blok M Square mencoba memanjakan lidah penggila kuliner malam. Sekaligus sebagai ajang melepas kerinduan akan suasana akrab, santai, kekeluargaan lesehan a la kota Yogyakarta.
Lampu lapak mulai dinyalakan, makanan mulai dijajakan di meja, sambil menunggu pembeli merasakan kuliner malam khas rumahan layaknya lesehan Yogya. Gudeg, soto, sate, nasi liwet serta menu rumahan lainnya.
Ada juga wedang jahe, teh poci Tegal, kedai kopi, es campur, dan minuman menyegarkan sebagai teman makan malam Anda.
“Kisaran harga mulai dari Rp. 7.000 - Rp. 10.000 rupiah untuk setiap jenis makanannya,” ungkap Sunardi. Sejak kemunculannya pada Maret 2009, kawasan yang buka dari pukul 20.00-01.00 dini hari ini menjadi lokasi yang menarik buat para penggila kuliner malam.
Menurut Reni, salah satu penyewa tenant rata-rata bisa menjual 100 porsi dalam semalam. Jumlah itu bisa meningkat di akhir pekan.
“Pengunjung yang datang paling suka gudeg dan menu-menu pedas,” kata wanita asal Pekalongan itu.
Pegawai kantoran dan pasangan berusia 20-30-an paling banyak memadati kawasan ini. Reni mengaku tak hanya berjualan malam hari.
“Kalau siang, kami buka warung di Taman Kemang,” ungkapnya. Sementara Anggita (33), sekretaris direksi yang berkantor gedung BRI II mengaku minimal sebulan sekali jajan di lesehan.
“Makanan di sini enak dan terjangkau. Suasananya pun santai,” komentar perempuan yang kost di daerah Gandaria ini. Tampak ia melahap nasi hangat dengan lauk krecek, cumi pedas dan tumis kangkung.
Khusus bulan puasa tahun ini, lesehan Blok M Square kembali akan menghadirkan iringan-iringan musik Islami menjelang waktu berbuka puasa secara live.
“Setiap bulan puasa, ada musik live dan pertunjukkan bernuansa Islami yang dihadirkan di lokasi Lesehan Blok M Square,” ungkap Sunardi. Tentunya dengan menu-menu khas bulan puasa yang akan menambah pilihan kuliner malam Anda.
“Untuk menu khas bulan puasa pasti ada yang baru dan banyak variannya. Tunggu saja,” tambahnya.
(US/gur)
TEKS: RAYENDRA/ANATARIA DEWI
FOTO: RYAN MUHJANI
Tambah Komentar
- SATE KERBAU MENARA, Berkah Masjid Menara Kudus - 15-11-2010
- Nikmatnya Sambal Bu Rudy - 02-11-2010
- Pedesan Entog Bang Kombet - 14-10-2010
- Imperial Cakery, Makin Sore Makin Banyak Pengunjungnya - 07-10-2010
- Menyantap Sate Domba Afrika dengan Goreng Pisang - 09-09-2010








