Kamis, 24 Mei 2012

m-forumm-komunitasm-resepm-lirikm-zodiakwikibintang
Back AFSEL 2010 PROFIL Gonzalo Higuain, Anak Rumahan yang Haus Gol

Gonzalo Higuain, Anak Rumahan yang Haus Gol

  • PDF

KETIKA menukangi River Plate, salah satu klub di liga utama Argentina, Daniel Passarella pernah membuat ramalan tentang salah satu anak asuhnya, Gonzalo Gerardo Higuain. Mantan pemain -- juga pelatih -- Argentina ini meramalkan Gonzalo, kala itu masih berusia 18 tahun, bakal punya masa depan yang bersinar dan menjadi seorang bintang besar.

Kalau merujuk pada aksi di lapangan hijau belakangan ini, ramalan Passarella sepertinya sudah mendekati kenyataan. Lihat saja, di kompetisi Liga Utama Spanyol, sering disebut La Liga, cowok yang dijuluki El Pipita ini termasuk pemain dengan penampilan impresif. Buktinya, 26 gol disarangkan pemain Real Madrid ini ke gawang lawan selama musim kompetisi La Liga 2009/2010 ini.

Produktivitas golnya hanya kalah dari Lionel Messi, kompatriotnya di Timnas Argentina, yang menjadi top skorer La Liga dengan torehan 34 gol. Hebatnya, prestasi itu dibikinnya di sebuah klub yang  ditaburi banyak mega bintang sepak bola kelas dunia seperti Ricardo Kaka, pemain termahal 2009-2010 Cristiano Ronaldo yang didatangkan dari Manchester United (MU), serta top skor Liga Perancis Karim Benzema.

Kegemilangan Gonzalo terus berlanjut. Dalam laga kontra Korea Selatan di Grup B di Soccer City, 17 Juni lalu, ia mencetak tiga gol yang membuat Tim Tango menang 4-1. Tiga gol itu membuat Gonzalo tercatat sebagai pencetak hat-trick pertama di Piala Dunia 2010 sekaligus memuncaki daftar top skorer sementara Piala Dunia 2010.

“Saya senang bisa mencetak tiga gol sekaligus. Saya memang punya obsesi jadi pencetak gol terbanyak di turnamen ini. Tapi sesungguhnya itu bukan tujuan utama. Tujuan saya dan teman-teman datang ke sini (Afsel-red) untuk memenangi Piala Dunia,” tuturnya.

Kalau di belakang hari, Gonzalo mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak plus membawa Argentina, maka julukan bintang besar seperti yang pernah diramalkan Passarella rasanya layak disematkan.

Gonzalo lahir di sebuah kota kecil, Brest, Perancis pada 10 Desember 1987. Ayahnya, Jorge Higuain adalah pesepakbola profesional. Ia membela klub Stade Brest yang kala itu berlaga di liga utama Perancis, League 1.

Pada umur 10 bulan, ayah Higuian memutuskan pulang ke Buenos Aires. Di sinilah, karier sepak bola Gonzalo bermula. Adalah River Plate, klub profesional pertama yang dibela Gonzalo, 2004. Debut pertama Gonzalo bersama River Plate, 29 Mei 2005, cukup memuaskan.

Meskipun timnya ditekuk oleh Gymnastic dan Fencing of The Silver dengan skor 2-1, Gonzalo menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang andal. Selama berkarier di River Plate ia berhasil menyumbangkan 15 gol dari 33 total penampilannya.

Talenta besar Gonzalo sampai ke telinga  klub-klub besar Eropa. Klub seperti AC Milan, Lazio, Man. United, Chelsea, PSG, dan Marseille bahkan sampai  mengirimkan pemandu bakat guna memantau  Gonzalo. Real Madrid akhirnya menjadi klub yang berhasil mendapatkan Gonzalo dengan harga 13 juta euro atau sekitar Rp 188 miliar.

Pada tahun pertamanya di Santiago Barnebeu, penampilan Gonzalo tak langsung bersinar. Ia bahkan sempat mengalami kesulitan masuk dalam starting line up Real Madrid. Di musim 2006/2007 ia hanya menceploskan 2 gol saja.

Meski tak mengesankan, Gonzalo malah dilirik Raymond Domenech bergabung dalam Timnas Perancis. Gonzalo memang memegang dua paspor: Argentina dan Perancis. Sebagai orang yang lahir di Perancis, ia otomatis mendapatkan kewarganegaraan Perancis.

Banyak yang mengira ia  bakal mengikuti jejak David Trezeguet yang juga memiliki darah Argentina, tapi membela tim Ayam Jantan. Bila mau bergabung, manajemen Les Bleus bahkan sudah menyiapkan kostum timnas nomor 20 yang biasa dikenakan Trezeguet.

Tapi Gonzalo menampik tawaran itu. Ia lebih memilih membela negara tanah leluhur ayahnya. “Saya memilih Argentina. Itu adalah pilihan dari dalam hati," ujarnya pada harian olahraga terbitan Perancis, L'Equipe.

"Lagi pula seluruh teman saya, keluarga dan sepak bola saya semua berasal dari sana. Saya tak bisa bayangkan kalau saya membela negara lain," tambah pemain berwajah ganteng ini.

Keinginan untuk bermain bagi negaranya baru terpenuhi pada Februari 2008 lalu ketika ia dipanggil ke timnas menghadapi Guatemala dalam sebuah pertandingan persahabatan.

Gonzalo mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut dan tim Tango berhasil menghempaskan lawan dengan skor telak 5-0. Sayang, FIFA tak mengakui pertandingan itu sebagai pertandingan internasional level A. Hasilnya, gol dan penampilan Higuain tak akan tercatat dalam caps internasionalnya.

Di tahun kedua, performa Gonzalo mulai menunjukkan grafik naik. Gol demi gol mulai lahir dari kakinya. Tak jarang ia menjadi penentu kemenangan bagi Real Madrid.

Meski Madrid memiliki kala itu Ruud van Nistelrooy, Klaas-Jan Huntelaar, dan Raul Gonzalez, Gonzalo mampu tampil sebagai yang tertajam di Madrid. Kiprah Gonzalo makin tak terbentung di tahun ketiganya di Madrid.

Buruknya performa penampilan Benzema dan Kaka, membuat Gonzalo mendapatkan kesempatan untuk terus bermain bersama El Real. Kepercayaan itu dipenuhi dengan terus mencetak gol, dan dia menjadi penyumbang gol terbanyak di Madrid dengan 27 gol.

Di level Timnas, awalnya Higuain bukan pilihan utama. Maradona lebih memilih sang menantu Kun Aquero sebagai tandem Messi. Namun, performa buruk Kun Aquero dan prestasi gemilang Gonzalo bersama Madrid membuat Maradona menjadikannya sebagai sidekick Messi.

Selain karena permainannya yang apik, Gonzalo juga digemari karena sosoknya yang rupawan. Wajah  tampan khas Amerika Latin itu jadi perhatian tersendiri bagi kaum hawa. Soal urusan fisik, jajak pendapat yang digelar harian surat kabar Marca, pernah menobatkan Gonzalo sebagai pria terseksi di Spanyol.

“Dia memiliki karakter macho khas pria asal Amerika Latin,” demikian tulis Marca.

Yang bikin Gonzalo makin dicintai, sifatnya yang tak neko-neko. Ia tipikal pria rumahan yang tak menyukai dunia gemerlap. Gonzalo tak seperti rekannya Cristiano Ronaldo yang doyan menyambangi kelab-kelab dugem.

“Terus terang saya jarang ke luar  rumah. Saya lebih suka bersantai di rumah,” kata dia dalam sebuah wawancara di situs Real Madrid.

Kalaupun memilih pergi ke luar rumah, pantai menjadi pilihan pertamanya. “Di pantai saya hanya ingin menikmati keindahan laut. Itu membuat saya jadi lebih relaks. Saya tak terlalu pandai bermain surfing dan berenang, jadi hanya menikmati gelombang laut di pantai,” tutur dia.

Kalau sedang santai, Gonzalo memilih menonton televisi atau film. Minimal, satu judul film dilahapnya setiap hari. Ia juga lebih menikmati berada di depan komputer dan bermain internet. Mendengarkan musik, hobi lain Gonzalo.

“Saya suka  Joaquín Sabina dan Calamaro,” kata pria yang berulangtahun setiap tanggal 10 Desember ini.

Omong-omong musik, ternyata pengagum Roger Federer ini doyan bernyanyi. Kegiatan itu dilakukannya paling tidak kalau sedang sendirian atau sedang mandi.

(bin/gur)

Komentar  

 
0 #2 mpoh 05-07-2010 08:14
ah,,,bodo bgt maen klian....
Quote
 
 
0 #1 princessayya 30-06-2010 21:57
Hmm Pipita...handsome...good attitude...talented.....perfect
Quote
 

Tambah Komentar

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

bb-launch-470x60