Roy Kim Dihapus Dari Daftar Anak di Profil Naver Ayahnya, Begitu Pula Sebaliknya

Rizki Adis Abeba | 4 April 2019 | 13:45 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Keterlibatan Roy Kim dalam kasus penyebaran foto dan video ilegal di kalangan artis Korea nampaknya telah mempengaruhi hubungannya dengan sang ayah. Pada Kamis (04/04), ayah Roy Kim diketahui menghapus nama Roy Kim dari daftar keluarga di laman profil pribadinya di Naver. Sebaliknya, Roy Kim juga telah menghapus nama sang ayah di halaman profilnya.

Roy Kim yang saat ini sedang menjalani studi di Amerika Serikat telah mendapatkan panggilan dari kepolisian Seoul untuk menjalani proses pemeriksaan terkait kasus penyebaran video mesum yang diambil dari kamera tersembunyi. Polisi juga telah menetapkan status Roy Kim meningkat dari saksi menjadi tersangka sehingga ia harus segera mengikut proses interogasi.

Penghapusan nama Roy Kim di laman profil pribadi sang ayah menjadi hal yang menarik. Sebab sejak debutnya, Roy Kim dikenal sebagai anak dari keluarga terpandang. Ayah Roy Kim, Kim Hong Taek, adalah seorang profesor perguruan tinggi sekaligus ketua asosiasi produsen minuman beralkohol khas Korea yang disebut Takju dengan produksi minuman Jangsoo Makgeolli yang nilai penjualannya ditaksir mencapai 100 miliar won atau senilai 1,24 triliun rupiah per tahun.

Sejak debutnya, Roy Kim kerap disebtu-sebut sebagai seseorang yang “lahir dengan sendok perak di mulutnya” karena kekayaan keluarganya. Pada tahun 2014, Kim Hong Taek mengundurkan diri dari posisi ketua Asosiasi Produsen Takju Seoul dan mewariskan semua bagiannya kepada Roy Kim. Menurut laporan, meski Roy Kim bukan pemilik bisnis tetapi ia tercatat sebagai salah satu dari 51 pemegang saham yang memegang sekitar 2 persen saham perusahaan.

Setelah nama Roy Kim diberitakan sebagai tersangka dalam kasus penyebaran video ilegal, Kim Hong Taek membuat pernyataan meminta maaf di hadapan para mahasiswanya di Universitas Hongik atas kontroversi yang melibatkan sang anak. Kim Hong Taek juga menyebutkan seharusnya dia mengundurkan diri dari jabatan sebagai dosen, namun hal ini tidak dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa ia akan memasuki masa pensiun tahun depan.

(riz / ray)

Penulis : Rizki Adis Abeba
Editor : Rizki Adis Abeba