Ratu Elizabeth II Sebut Camilla Parker Bowles Wanita Jahat, Pangeran Charles Menangis

Binsar Hutapea | 5 November 2021 | 08:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Pangeran Charles dan Camilla Parker Bowles menikah pada 2005.  Namun hubungan mereka semula tak mendapat restu dari ibunda Charles, Ratu Elizabeth II. 

Sang Ratu geram ketika mengetahui perselingkuhan Charles dengan  Camilla, sementara ia masih terikat pernikahan dengan Putri Diana. Menurut penulis investigatif Tom Bower, Ratu tetap tidak menyetujui hubungan Charles dan Camilla bahkan setelah mereka cerai dari pasangan masing-masing. “Selama bertahun-tahun, baik Ratu dan ibunya (Ibu Suri) menolak untuk berhubungan dengan Camilla. Mereka tidak hanya tidak ingin Camilla hadir di acara kerajaan apa pun, baik formal maupun informal; mereka juga secara aktif tidak menyetujui hubungan Charles dengannya,” kata Bower.

Frustasi dengan sikap ibunya, Charles kemudian menghadap Ratu di Istana Balmoral. Charles diduga meminta Ratu untuk melunakkan sikapnya sehingga dia bisa hidup secara terbuka dengan Camilla. Dia berharap Ratu setidaknya tidak melarang hubungannya dengan Camilla. "pada malam itu Ratu minum beberapa martini, dan yang mengejutkan Charles, dia menjawab dengan tegas. Ratu mengatakan tidak akan memaafkan perzinahannya dan tidak memaafkan Camilla karena tidak meninggalkan Charles agar pernikahannya (dengan Diana) pulih." 

Kepada Charles, sang Ratu juga dilaporkan menyebut  Camilla sebagai wanita jahat. Setelah pembicaraan itu, Charles pergi dalam keadaan syok. Ia kemudian melaporkan pembicaraan itu pada Camilla sembari menangis. 

Meski begitu, Charles tetap menjalin hubungan dengan Camilla. Bahkan ia kemudian mengeluarkan taktik yang lebih canggih agar sang ibu mau merestui hubungannya dengan Camilla.

Penulis : Binsar Hutapea
Editor : Binsar Hutapea