Siswi SMA Depok Diperkosa Tiga Pemuda Setelah Kenalan di Medsos

TEMPO | 3 November 2016 | 23:45 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Gadis berusia 16 tahun menjadi korban pemerkosaan tiga pemuda pengangguran di Apartemen Margonda Residence II di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Selasa malam, 1 November 2016.

Polisi telah menciduk ketiga tersangka pemerkosaan siswi berinisial S, tersebut, yakni Ravi Firmansyah (18), Abdullah Azam (21), dan Hasan Basri (19).

Kepala Sub Bagian Humas Kepolisian Resor Kota Depok Ajun Komisaris Firdaus mengatakan pemerkosaan bermula dari perkenalan korban dengan pelaku yang bernama Ravi lewat pesan BlackBerry Messenger.

"Korban mau diajak jalan, lalu diperkosa di apartemen. Ketiga tersangka hari ini sudah kami tangkap," kata Firdaus, Rabu, 2 November 2016.

Firdaus menjelaskan, setelah dibawa oleh Ravi jalan-jalan, korban diajak ke apartemen. Tapi di apartemen telah menunggu dua temannya Ravi, yakni Azam dan Hasan. "Korban diajak ngobrol sebentar dan langsung diperkosa," ucapnya.

S mengaku awalnya berkenalan terlebih dulu dengan Ravi, lewat BBM dari temannya. Akhirnya, S mengirim permintan pertemanan ke Ravi. "Saya berkenalan sejak akhir Oktober lalu," ujar S.

Setelah berkenalan beberapa hari, Ravi menawarkan diri untuk menjemput siswi kelas dua SMA swasta di Depok itu selepas pulang praktek kerja lapangan di tempat magangnya. S setuju dan meminta dijemput oleh Ravi di Pesona Khayangan.

Saat bertemu Ravi, S diajak jalan-jalan. Namun selanjutnya Ravi mengajak S ke Apartemen Margonda Residence. Di sana mereka tiba sekitar pukul 20.00 WIB. S kaget karena melihat ada dua teman Rafi. "Tahu-tahu sudah ada dua teman Rafi menunggu di kamar apartemen," ujar S.

Sampai di apartemen, awalnya S diajak mengobrol. Namun, sejurus kemudian Rafi langsung memeluk dan mencumbuinya. "Saya sudah teriak tapi mulut saya dibekap oleh Ravi dan celana saya dibuka sama Azam dan digilir sampai dua kali," kata S. "Saya tidak kenal kedua teman Ravi."

Usai diperkosa, S diajak pulang oleh tersangka dengan menyewa ojek online. "Sampai di rumah saya bilang sama keluarga saya dan lapor ke polisi," ujarnya.

 

TEMPO.CO

Penulis : TEMPO
Editor : TEMPO