Band Naif Bubar, 25 Tahun, 7 Album, Langganan Pensi Sekolah

Indra Kurniawan | 11 Mei 2021 | 15:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Berakhir sudah kebersamaan David Bayu (vokal), Emil (bas, kibor), Jarwo (gitar), dan Pepeng (drum) dalam grup Naif. Setelah 25 tahun berkarya bersama, grup musik Naif akhirnya resmi diumumkan bubar oleh David di kanal YouTube miliknya, Senin (10/5).

Siapa tak kenal Naif? Didirikan David, Emil, Jarwo, Pepeng, dan Chandra pada 22 Oktober 1995. Di awal kemunculannya, Naif langsung membetot perhatian dengan genre retro pop yang diusungnya. Mereka laris manis manggung dari satu panggung ke panggung lain.

Tahun 1998, di bawah label Buletin Records, Naif merilis debut album bertitel Naif. Album berisi 10 lagu itu melejitkan nama Naif di industri musik Tanah Air. Siapa tak kenal lagu "Mobil Balap" dan "Piknik 72"? Dua lagu itu jadi lagu wajib tiap kali Naif pentas. 

Sukses album perdana berlanjut di album kedua Jangan Terlalu Naif yang dirilis 2000. Sederet lagu di album itu menjadi hit. Antara lain "Posesif", "Johan dan Eny", dan "Towal Towel". Hebatnya, "Posesif" dinobatkan Majalah Rolling Stone Indonesia sebagai salah satu lagu Indonesia terpopuler sepanjang masa.

Tak ingin kehilangan momen di puncak, tahun 2002 Naif merilis album ketiga Titik Cerah dengan lagu andalan "Aku Rela", "Jikalau", "Curi-Curi Pandang", dan "Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada di Seluruh Dunia". Sejak merilis album ketiga, Naif langsung berencana menggarap album keempat.

Hanya sebelum album keempat rilis, Naif mengeluarkan album terbaiknya yang diberi titel The Best Naif. Selain memuat lagu-lagu di 3 album pertama, ada 2 lagu baru yang disajikan yaitu "Air dan Api" dan "Senang Bersamamu". Jadwal manggung Naif tak terbendung. Dalam seminggu bisa 4 sampai 5 kali.

Tahun 2005, dua tahun setelah Chandra hengkang karena ingin fokus di bidang lain, album keempat Retropolis dirilis. Menyuguhkan 12 lagu dengan lagu andalan "Benci Untuk Mencinta" dan "Uang", Naif membuktikan kepada semua orang bahwa musik retro bisa dieksplorasi lebih jauh agar tidak monoton. 

Album kelima hingga ketujuh dirilis Naif dalam kurun 2007 hingga 2017. Album Televisi menjagokan lagu "Televisi", "Ajojing", dan "Di Mana Aku Di Sini". Sementara album Planet Cinta dan 7 Bidadari mengandalkan lagu-lagu seperti "Karena Kamu Cuma Satu", " Planet Cinta", "7 Bidadari", dan "Kenali Dirimu". Dibanding 6 album sebelumnya, gaung album ketujuh kurang terdengar. Bisa jadi pengaruh warna musik Naif yang terdengar serius. 

Usai album tujuh, David Bayu menegaskan tidak ada proyek album kedelapan yang sedang berjalab. Dia mengatakan album 7 Bidadari menjadi album terakhir Naif selama 25 tahun menghibur penggemar.

"Album terakhir 7 Bidadari. Album ketujuh, selesai. Project mungkin banyak mau bikin apa tadinya. 25 tahun mau bikin sesuatu, enggak jadi, ya enggak apa-apa," kata David lewat kanal YouTube David Bayu Tube. 

Sampai sebelum vakum dan bubar, Naif salah satu band era 90-an yang masih digandrungi anak-anak sekolahan masa kini. Naif berada di top of mind anak-anak sekolahan tiap kali menggelar hajatan pentas seni. Bagi anak-anak sekolahan, aksi panggung dan lagu-lagu Naif nyambung dengan mereka. Kini, tak ada lagi Naif di pensi sekolah dan panggung-panggung lainnya. 

(Ind)

Penulis : Indra Kurniawan
Editor : Indra Kurniawan