Felicia Tissue Dikhianati, Sebut Perilaku Keji Kaesang Pangerap Diperbolehkan Pihak Keluarga Jokowi

Indra Kurniawan | 27 Mei 2021 | 19:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Surat tulisan tangan tak kunjung mendapat respons dari pihak Jokowi, Felicia Tissue tetap memilih diam tanpa memberi info apa pun ke media.

Dia mengaku tetap berharap ada etika baik dari keluarga Jokowi untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Akan tetapi di saat Kaesang Pangarep menghilangkan foto-foto kebersamaan dirinya dengan Felicia dari Instagramnya, media mulai kasak-kusuk mencari tahu.

Mencium gelagat kurang menyenangkan, nenek Felicia Tissue mengonfirmasi perihal kabar tersebut kepada Felicia. Tak mendapat jawaban yang memuaskan, nenek Felicia rela menempuh perjalanan ke Istana Kepresidenan Bogor, untuk bertemu Jokowi.

"Nenek saya yang sudah berusia 84 tahun menelepon untuk bertanya, namun saya hanya bisa menyampaikan 'Belum tau ama, tapi jangan khawatir ya.' Karena saya mengkhawatirkan kesehatannya, tapi nenek saya tetap menempuh perjalanan ke Istana Bogor untuk mempertanyakan ada apa sebetulnya dengan putra beliau," kisah Felicia Tissue dengan berkaca-kaca.

"Sayangnya, perjalanan itu sia-sia, di Istana begitu tebal dan tidak ada seorangpun yang menjawab pertanyaan nenek saya," sambungnya lagi.

Badai tak bisa lagi terbendung. Pada 7 Maret 2021, 2 hari sebelum perayaan ulang tahun ke-26 dirinya, sejumlah media mengungkap foto kebersamaan Kaesang Pangarep dengan sosok perempuan yang disebut Felicia Tissue karyawan di perusahaannya. Hati Ibu Felicia tersayat. Ia tak terima putrinya diperlakukan seperti itu.

"Saat itu foto-foto mesranya mulai beredar luas di media online, dipertontonkan kepada publik. Di situlah ibu saya merasakan pedihnya bahwa anak putri satu-satunya telah dikhianati oleh putra beliau, dan perilaku kejinya diperbolehkan oleh beliau sendiri dan keluarga," terang Felicia Tissue.

"Makanya ibu saya yang pertama mengutarakan melalui Instagram pribadinya. Niatnya bukan untuk memperkeruh tapi karena tidak ada jalan lain. Satu-satunya adalah menyampaikan perasaan hati dalamya bahwa putrinya telah diperlakukan secara tidak wajar," sambungnya lagi.

(ind)

Penulis : Indra Kurniawan
Editor : Indra Kurniawan