Anisa Rahma Ingin Mengedukasi Masyarakat tentang Pemahaman Taaruf

- | 1 September 2018 | 10:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Suatu hari, Anindito Dwi Sepdiawan atau Dito, yang pernah tergabung di grup nasyid Syakhdan Nasheed, datang ke rumah Anisa Rahma di Bandung.

“Dito datang untuk mohon restu. Setelah itu khitbah atau lamaran,” cerita Menurut ibunda Anisa, Nelmah Makhlan.

Setelah lamaran, kedua calon dan keluarga menuju tahap akhir taaruf, akad nikah dan walimah.

“Setelah khitbah, tidak boleh menunggu lama untuk mengesahkan hubungan. Dengan catatan, tidak ada pacaran, tidak ada kencan berdua atau chat di internet, dan selalu ada pihak ketiga sebagai mediator,” terang Nelmah.

Akad nikah akan digelar di sebuah masjid di Bandung, 16 September pukul 15.30 WIB. Disusul resepsi malam harinya di gedung tak jauh dari situ. Tanggal ini rupanya punya arti bagi keluarga Anisa maupun Dito.

“Namun tidak ada yang kebetulan. Cari gedung di Bandung untuk siang hari, sudah penuh. Akhirnya dapat tanggal 16 September, tanggal kelahiran Dito. Tanggal 16 September itu juga (berdasarkan kalender Islam) bertepatan dengan 6 Muharam, tanggal pernikahan saya dan papa Anisa,” ungkap Nelmah.

Ia bersyukur Anisa-Dito melalui taaruf sesuai syariat. “Taaruf itu menguatkan fondasi sebelum berkeluarga. Harus yakin, nikah itu ibadah karena Allah,” tegasnya.

Dengan taaruf, Anisa sekaligus ingin mengedukasi masyarakat tentang pemahaman taaruf. “Semoga tuntunan-tuntunan yang disarankan ini menjadi kebaikan,” Nelmah berharap.

Sayang, Anisa belum mau berbagi tentang rencana pernikahannya dengan Dito. Ia baru akan bicara setelah bagian keempat “Singlelillah Project” dipublikasikan.

(ind / gur)

Penulis : -
Editor : -