Mamat Alkatiri Berharap Bisa Mengikuti Jejak Sukses Ernest Prakasa dan Bene Dion

Wayan Diananto | 8 Maret 2019 | 07:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Mayoritas pelawak tunggal sukses beralih ke layar lebar. Kunci sukses itu, menurut Mamat, memiliki karakter khas. Mamat dikenal karena membawakan lawakan bertema Indonesia Timur, khususnya Fakfak, Papua, tempat ia lahir.

Lawakannya satir, isinya kritik sosial dari soal kondisi jalan, pariwisata, dan kebiasaan masyarakat. Selama 6 bulan berlaga di SUCI, Mamat konsisten menggali kondisi Fakfak. Ia menerima banyak pujian maupun komentar tajam dari juri.

“Selama berkompetisi di SUCI saya menerima banyak masukan dan kritik dari Ernest serta Pandji Pragiwaksono. Sebelum saya, ada Arie Kriting yang melawak tentang kondisi Indonesia Timur. Abdur melucu tentang NTT. Kalau saya spesifik tentang Papua. Itu karakter saya. Temanya lebih banyak soal kesenjangan,” cerita putra pasangan Farid Beder dan Muhlisina Alkatiri.

Mamat Alkatiri berharap kelak bisa mengikuti jejak sukses Ernest dan Bene Dion. Soal minat, penyuka warna hitam dan pink ini senang menulis ide cerita. Prioritas Mamat saat ini, mempromosikan film anyar sembari terus belajar menulis dan berakting.

“Saya ingin seperti Ernest yang bisa merangkap jabatan aktor, sutradara, dan penulis naskah. Saya ingin belajar logat dan bahasa. Tujuannya, agar peran apa pun yang ditawarkan bisa saya mainkan dengan baik. Jujur, 8 tahun tinggal di Yogyakarta (2010-2018), saya belum luwes berbahasa Jawa. Lidah saya belum selentur sambal krecek yang mendampingi gudeg. Mungkin karena terbiasa makan sagu ha ha ha!” pungkasnya.
 

Penulis : Wayan Diananto
Editor : Wayan Diananto