Mbah Moen alias KH Maimun Meninggal, Ini Profil Lengkapnya

Abdul Rahman Syaukani | 6 Agustus 2019 | 12:15 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - KH Maimun Zubair meninggal di tanah suci Mekkah saat hendak menunaikan ibadah haji. Kabar meninggalnya Mbah Moen, sapaan akrabnya, menyebar luas di aplikasi WhatsApp dan sosial media.

"Ada kabar Mbah Yai Maimun Zubair wafat di Makkah, Innalillahy wainna ilaihy rojiuun..!!Alfatihah..Padahal rencananya saya akan bersama beliau akan pertemuan NU se dunia," tulis Muhaimin Iskandar di Twitter.

"Innalillahy wainna ilaihy rojiuun. Saya instruksikan kepada semua pengurus dan warga PKB untuk sholat ghoib dan mendoakan Almaghfurlah Mbah Kyai Maimun Zubair," lanjutnya.

KH Maimun Zubair adalah ulama kharismatik NU dan merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Mbak Moen juga termasuk politisi senior dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dia menjabat sebagai Ketua Majelis Syariah PPP hingga akhir hayatnya.

Selama masa hidupnya, KH Maimun selalu menjadi rujukan para politisi dan masyarakat di dalam mengambil langkah dan keputusan politik. Bahkan hasil ijtihad politik beliau menjadi penentu arah partai di PPP.

KH Maimun Zubair sempat menjadi anggota MPR RI utusan Jawa Tengah selama tiga periode. Beliau juga sempat mennadi anggota DPRD Kabupaten Rembang selama 7 tahun lamanya.

Tidak hanya memiliki kharisma di kalangan politisi, KH Maimun Zubair juga disengani oleh ulama-ulama di Indonesia. Bahkan para ulama sepuh menyebut beliau sebagai seorang wali.

KH Maimun Zubair dari kecil sudah mendapat tempaan ilmu agama. Beliau memahami ilmu Sharaf, Nahwu, Fiqih, Manthiq, Balaghah dan ilmu syara' lainnya sejak kecil.

Pada usia 17 tahun, KH Maimun Zubair sudah menghafal kiab-kitab nadzam seperti Jurumiyyah, Imrithi, Alfiyyah Ibnu Malik, Matan Jauharotut Tauhid dan yang lainnya. KH Maimun Zubair juga sangat alim dalam ilmu fiqih.

Pengembaraan keilmuan KH Maimun Zubair dimulai dengan menimba ilmu kepada KH. Abdul Karim atau Mbah Manaf dengan mondok di Pondok Pesanren Lirboyo, Kediri. Selain kepada Mbah Manaf, KH Maimun Zubair juga menimba ilmu agama kepada KH Mahrus Ali.

KH Maimun Zubair kemudian mematangkan pengetahuan agamanya dengan menimba ilmu di Mekkah. Di tanah suci, beliau menerima ilmu dari banyak ulama besar. KH Maimun Zubair sempat berguru kepada Sayyid Alawi bin Abbas Al Maliki, Syekh Al-Imam Hasan Al-Masysyath, Sayyid Amin Al-Quthbi, Syekh Yasin bin Isa Al- Fadani dan Syekh Abdul Qodir Almandily.

(man / ray)

Penulis : Abdul Rahman Syaukani
Editor : Abdul Rahman Syaukani