Tanpa Melotot dan Teriak, Glenca Chysara Ciptakan Standar Peran Antagonis yang Elegan Lewat Elsa Ikatan Cinta

Indra Kurniawan | 16 April 2021 | 13:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Glenca Chysara mematahkan anggapan tokoh antagonis di sinetron harus dimainkan dengan mata melotot dan teriak kencang.

Menjadi Elsa di Ikatan Cinta, Glenca cukup memainkan gestur tubuh seperti alis dan senyum sinis, pesan sudah tersampaikan kepada pemirsa. Tak berlebihan jika kepiawaian Glenca memainkan Elsa menuai pujian dari penikmat Ikatan Cinta.

"Awalnya emang susah, sih (memerankan Elsa). Orangnya, kan emang straight. Tapi aku, tuh emang maunya antagonis yang enggak melotot-melotot, teriak-teriak. Sebenarnya, sih biar enggak capek he he he," kata Glenca Chysara di kanal YouTube Afdhal Yusman.

"Tapi aku juga bikin gimana caranya supaya antagonisnya enggak harus teriak-teriak, kok. Kayak cuma penekanan dari dialognya aja cukup," sambungnya.

Saat menerima tawaran menjadi Elsa, Glenca Chysara sudah tahu risiko bakal dibenci dan dihujat penonton. Hanya saja, awal-awal ia sempat kaget dengan beragam komentar bernada sinis dan ancaman di akun Instagramnya.

"Aku kaget karena aku lihat di Instagram itu benar-benar kayak, 'Elsa nanti kalau ketemu aku jambak.' Waduh seram banget. Tapi semakin ke sini aku udah biasa," bilang putri sulung Rudy Chysara - Indah Syla.

"Dan alhamdulillah-nya teman-teman yang nonton, dan sebal sama Elsa enggak dibawa ke real life, gitu lo. Mereka udah bisa ngebedain, udah bisa mengerti. Dan aku bersyukur ternyata banyak yang sayang aku," tambahnya.

Elsa saat ini satu-satunya karakter yang dibenci pemirsa. Dengan kelicikannya, dia memanipulasi semua karakter di Ikatan Cinta dengan kata-katanya yang berbisa. Hebatnya, dia selalu lolos dari jerat hukum.

"Dia emang semakin terpojok. Tapi balik lagi, Elsa itu karakternya manipulatif, playing victim. Dia tuh pintar, cerdik untuk melakukan hal supaya dia lolos. Apa pun bakal ia lakukan, apa pun dihalalkan," jelas mantan vokalis grup musik GLENKA.

(ind)

Penulis : Indra Kurniawan
Editor : Indra Kurniawan