Mengenang Ratu Misteri Suzzanna - Bagian 3: Bikin Film Horor Tak Dipandang Sebelah Mata

Wayan Diananto | 17 Oktober 2018 | 18:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Sempat empat tahun vakum empat tahun lantaran terbelit kisruh rumah tangga, Suzzanna comeback pada 1978 film Pulau Cinta (produksi PT Inem Film, sebelumnya berjudul Pulau Birahi) arahan sutradara Ali Shahab (saat itu Ali-Suzanna sempat dikabarkan menjalin hubungan istimewa). Kembalinya Suzzanna diiringi berita bombastis. Honor Suzanna melonjak jadi 15 juta--termahal di era saat itu. Tak ayal, masalah fulus ini menjadi santapan media. “Mengapa honornya Rp 15 Juta?” demikian pertanyaan tertulis yang diajukan salah satu koran nasional. 

Meski honornya melonjak, para produser tak gentar meminang Suzzanna. Hendrick Gozali, pemilik Garuda Films, kemudian menggaetnya untuk dilm Jangan Ambil Anakku. Namun, setelah empat bulan berlalu Suzzanna tak kunjung syuting. Merasa dianaktirikan, Suzzanna lantas mempertimbangkan tawaran Sundel Bolong dari Rapi Films. Pihak Garuda Films kemudian naik pitam dan mempersoalkan hal tersebut. Kasus ini sempat diperkarakan dan dibahas di Departemen Penerangan. Simpul kasus ini terurai setelah Suzzanna mendatangi Departemen Penerangan. Sisi positifnya, Sundel Bolong makin menguatkan imej Suzanna di jagat film lelembut.

 

Jika dirunut ke belakang, imej sebagai aktris spesialis horor didapatkan Suzzanna ketika beradu akting dengan mantan suaminya, Dicky Suprapto, dalam horor termahsyur Beranak Dalam Kubur (film ini diangkat dari komik Tangis Dalam Kabut). Belum juga beredar, Beranak Dalam Kubur yang rilis pada 1971 sudah di-booking cukong-cukong bioskop di Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand bahkan Kamboja! Yang lebih mengejutkan, perusahaan raksasa Shawn Brothers dari Hong Kong merayu kubu Suzzanna (PT Tidar Jaya Films) dengan menawarkan proyek kerja sama peredaran (joint distribution). Gara-gara film ini, nama Suzzanna seolah menjadi garansi kesuksesan sebuah film. 

Banyak kritikus menyebut film-film horor yang digelindingkan Suzzanna sangat tidak masuk akal dan lemah dalam sisi kualitas. “Film mistis bagaikan mimpi yang tak perlu dikembangkan”, begitu cibir sebuah media lokal, 3 April 1983. Suzzanna bukannya menutup mata dan telinga pada kritik pedas media. Tak lama setelah merilis Sundel Bolong, Suzzanna tampil dalam horor sarat unsur artistik, Ratu Ilmu Hitam besutan Lilik Sudjio. Lagi-lagi Suzzanna menampilkan corak akting yang ciamik dan menarik hati Juri FFI. 

Ratu Ilmu Hitam memborong lima nominasi Piala Citra termasuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik untuk Suzanna. Kendati gagal lagi meraih Citra, setidaknya Suzzanna berhasil membuktikan genre horor tak layak dipandang sebelah mata. Sejak saat itu, Suzzanna laris membintangi film-film horor. Tak kurang dari 15 judul horor dilahirkannya dalam kurun waktu 10 tahun. Salah satunya, Sangkuriang (1982). Film beraroma mistis ini mempertemukan Suzzanna dengan Clift Sangra, suaminya sekarang. Meski Clift 20 tahun lebih muda, Suzzanna sangat yakin menikahi Clift pada tahun 1983.

Penulis : Wayan Diananto
Editor : Wayan Diananto