Film "#66" Ingin Bawa Nama Indonesia ke Pentas Dunia

Ari Kurniawan | 4 November 2016 | 08:45 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Film #66 sukses meraih penghargaan internasional sebelum tayang di Tanah Air. Namun, menurut Asun Mawardi selaku produser, sutradara, sekaligus pemain, penghargaan bukan tujuan utama film ini.

"Saya merasa kita semua punya visi misi yang sama yaitu, membawa nama Indonesia ke dunia internasional melalui film. Saya juga berharap film Indonesia dapat maju terus dan masyarakat dapat memberi dukungannya dengan menonton film ini," ujar Asun.

Film #66 tercatat meraih lima penghargaan internasional. Keberhasilan #66 seperti apa yang sudah ditorehkan film nasional lainnya, seperti The Raid, Ada Apa Dengan Cinta 2, dan Laskar Pelangi. Ini membuktikan bahwa karya anak bangsa bisa bersaing dengan film produksi luar jika digarap dengan serius.

"Jika sebuah film kita buat dengan hati, maka film itu akan mendapat apresiasi, selain itu membuktikan bahwa kita mampu untuk bersaing dengan film-film luar," tambah Asun.

Film #66 membawa pulang penghargaan dari Worldfest Houston untuk kategori Theatrical Features Film Awards. Khusus kategori ini #66 mendapatkan Platinum Remi Award. Film ini juga sukses dalam pagelaran International Filmmaker Festival of World Cinema London 2016 untuk kategori Best Supporting Actress in a Foreign Language Film dan Best Sound Design. Terakhir, #66 memenangkan kategori Best Fight Choreographer Feature Film dalam ajang Internasional Film Festival 2016.

Ke depan Asun berharap Film #66 bisa diterima penonton di Indonesia, khususnya bagi penggemar film action. "Saya buat film ini agar genre action di Indonesia semakin banyak lagi. Dengan harapan, film ini bisa dinikmati bagi pecintanya," tutup Asun.

#66 berkisah tentang seorang pembunuh bayaran yang ditugaskan membunuh seorang informan polisi untuk melindungi sebuah organisasi kriminal, tetapi Ia kabur dengan uang bayarannya ke luar kota, tanpa menyelesaikan tugasnya. Karena dia ingin meninggalkan kehidupan kriminalnya.

Sang pembunuh bayaran berusaha berdamai dengan masa lalunya, namun ia malah terperangkap lagi di dunia kriminal. Sang pembunuh sadis itu dihadapkan pada pilihan untuk tetap loyal dengan pekerjaannya atau melindungi keluarganya. Film yang dibintangi Donita, Fandy Christian dan Asun Mawardi ini tayang di bioskop mulai 17 November 2016.

(ari/ari)

Penulis : Ari Kurniawan
Editor : Ari Kurniawan