Kenangan Terakhir Is Bersama Payung Teduh: Asa Kami Sedang Mati

Wayan Diananto | 6 Januari 2018 | 18:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Mohammad Istiqamah Djamad (33) alias Is sudah tidak lagi menjadi bagian dari Payung Teduh per 1 Januari 2018.

Is mengakui, ada banyak kenangan indah selama dinaungi Payung Teduh. Salah satunya, ketika inspirasi menulis lagu datang. Membuat lagu hit, kata Is, gampang-gampang susah. Ada lagu yang diciptakan hanya dalam hitungan menit. Ada pula yang bertahun-tahun.

Lagu yang paling cepat diciptakan Is yakni “Akad” dan “Di Atas Meja”. “Lagu itu diciptakan kurang dari 10 menit. Kalau pun ada revisi, paling satu-dua kata saja karena saya sangat memikirkan alur cerita dan diksi,” Is mengenang. Dalam mencipta lagu, Is biasanya bermain gitar dan merekamnya menggunakan ponsel. 

Namun ada pula lagu yang penggarapannya butuh waktu 3 tahun, “Muram”. Lagu ini diciptakan tahun 2014. Liriknya baru selesai beberapa jam menjelang mixing di studio rekaman, pertengahan tahun ini. “Muram” merupakan surat cinta yang ditulis Is untuk Payung Teduh. 

Salah satu baitnya berbunyi: singgahlah sejenak, menepilah wahai tuan, berpeluh lukamu nan muram, hiduplah asa. “Itulah yang saya rasakan saat itu. Saya merasa asa kami sedang mati. Itu catatan saya buat Payung Teduh,” Is berterus terang.

Untuk mencipta lagu hit, Is mengaku tak punya resep khusus. Kuncinya, cekatan menangkap momen indah lalu mengabadikannya dalam bentuk tulisan. Momen indah itu bisa berupa kebahagiaan atau kesedihan. Dan tidak harus tentang cinta. 

(wyn / gur)

Penulis : Wayan Diananto
Editor : Wayan Diananto