Winky Wiryawan Kembali Ditunjuk sebagai Juri Electronic Music Producer Contest

Ari Kurniawan | 14 Juni 2021 | 03:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Ajang kontestasi produser musik elektronik Indonesia atau “Electronic Music Producer Contest” (EMPC) bergulir kembali. Sejak perdana diselenggarakan ICEPERIENCE.ID pada 2019, EMPC menjadi lokomotif pemunculan para produser musik elektronik berbakat Tanah Air. Di edisi ketiga EMPC tahun ini, ICEPERIENCE.ID memastikan diri berkolaborasi dengan SPINNIN’ Records, sebuah label rekaman ternama asal Belanda yang menaungi banyak musisi elektronik kelas dunia seperti Martin Garrix, Calvin Harris, Marshmello, DJ Snake, Diplo, dan sebagainya.

Dengan kolaborasi tersebut, pemenang utama EMPC 2021 bakal mendapatkan kesempatan merilis karya musiknya secara global di bawah naungan SPINNIN’ Records selaku recording label. Proses scouting dan tahapan penjurian EMPC 2021 juga melibatkan sejumlah nama-nama tenar di skena musik elektronik Indonesia. Mereka adalah Winky Wiryawan, Jevin Julian, serta Christian Rijanto. Nama terakhir merupakan figur bertangan dingin dan sarat pengalaman dalam mengembangkan industri musik & hiburan di Tanah Air.

Perwakilan ICEPERIENCE.ID Diopsaputra mengatakan, penyelenggaraan EMPC 2021 masih konsisten menyuarakan #localICEMovement terhadap kemajuan industri musik elektronik di Tanah Air. Dalam tiap tahapan dan prosesnya, EMPC memberikan berbagai edukasi, inspirasi, serta motivasi agar para produser musik elektronik lokal bisa menghasilkan karya yang mampu menjadi sebuah legacy.

“Semangat dari #localICEMovement melalui EMPC ini adalah kami ingin mengedukasi para talenta muda Indonesia dalam menghasilkan karya musik yang berkualitas dunia sehingga dapat memperkuat ekosistem musik elektronik di Indonesia. Dengan harapan nantinya para musisi dan produser musik elektronik kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu berkiprah di level internasional,” terang Diopsaputra, di Jakarta, pada Mei 2021.

Kolaborasi dengan label internasional SPINNIN’ Records menjadi benang merah penyelenggaraan EMPC setelah dua edisi sebelumnya ICEPERIENCE.ID juga sukses menggandeng label kelas dunia 88rising dan Barong Family. Merunut ke belakang, EMPC perdana sukses memunculkan Doci sebagai pemenang yang kemudian berkolaborasi dengan Sean Miyashiro & Devinta Trista merilis “Say La Vie” di bawah bendera 88rising. Kemudian di EMPC 2020 giliran Tebedayeng menyabet juara utama dengan karyanya “Let You Go”, hasil kolaborasi dengan Rayray, DJ dan produser dari Taiwan di bawah naungan record label Barong Family.

Karya-karya mereka kini dapat dinikmati di berbagai platform musik global seperti Spotify, Apple Music, JOOX, dan Youtube Music. Berkaca dari kesuksesan tersebut, pemenang EMPC kali ini diharapkan melampaui pencapaian dari pendahulunya. “Dengan kolaborasi bersama SPINNIN’ Records yang merupakan record label nomor satu di industri musik elektronik dunia, tentu saja harapan terbesarnya agar musisi lokal terbaik kita bisa go international. Menjadi inspirasi bagi produser musik lokal lainnya agar berani menciptakan legacy mereka sendiri,” terangnya.

Pada gelaran tahun ini, EMPC optimis submission track mampu mencapai target sebanyak 1.000 track, atau dua kali lipat submission track di EMPC tahun lalu. EMPC 2021 akan dimulai pada awal Juni mendatang, diawali dengan tahapan registrasi bagi para musisi dan produser musik lokal mulai tanggal 14 Juni – 16 Juli 2021. Peserta juga wajib untuk mengunggah hasil karya orisinil miliknya di platform Soundcloud dan mengirimkan tautannya saat registrasi. Kemudian tahap penjurian pada bulan Juli 2021, para judges EMPC akan menyeleksi dan mengkurasi 20 finalis terpilih hingga 3 besar dan juara favorit.

Para judges EMPC siap mencari produser muda berbakat dan kreatif dengan karya musik yang berkualitas. Dari sisi musik, track yang di submit harus original, fresh, and song potential. Original yang dimaksud adalah ­track tersebut bukan remake atau remix dari karya musik yang sudah ada.  Kemudian kreativitas, harus sesuatu yang fresh dan terkini. Dari sisi teknikal juga harus mumpuni. Sedangkan song potential, bukan hanya beat yang enak tapi juga ‘nendang’ di sepanjang lagu. Lalu dari sisi aransemen, juga harus punya multiple parts dalam sebuah lagu serta berkualitas dari segi rekaman, mixing, maupun mastering.

Selain proses seleksi dan kurasi, 20 finalis EMPC 2021 juga bakal mendapatkan banyak mentoring di fase Producer Camp Online dan proses kreatif di fase Revamp Track. Peserta akan dibekali pengetahuan dan kemampuan teknis oleh para mentor yang kompeten dan kredibel di industri musik. Mereka juga akan berproses secara kreatif dengan mentor terkait karya musik yang mereka buat dan melakukan revamp terhadap karya yang dihasilkan. Puncaknya, the 1st winner EMPC 2021 akan memperoleh kesempatan untuk berkolaborasi dengan musisi lokal Indonesia dibawah naungan record label SPINNIN’ Records.

Sementara itu, Jevin Julian yang terlibat sebagai salah satu judges EMPC 2021 mengapresiasi ICEPERIENCE.ID yang konsisten menyelenggarakan EMPC untuk mengembangkan musik elektronik Indonesia dengan talenta-talenta berbakat yang ada. Dengan berbagai proses dan kolaborasi di EMPC, menurut Jevin, ada banyak knowledge yang bisa didapatkan para musisi lokal untuk menghasilkan karya musik level dunia.

“EMPC bukan sekadar kompetisi bagi para produser musik elektronik, tapi juga sebagai wadah belajar bersama. Para judges dan peserta bisa memperoleh berbagai experience baru sekaligus menjadi sarana belajar bersama-sama tentang musik elektronik. Harapannya local musician kita bukan hanya menguasai local electronic music scene, tapi juga internasional,” terang Jevin.

Makin menarik lagi karena dalam EMPC 2021 ini, ICEPERIENCE.ID juga menjalin kerja sama dengan SAE Institute. Lembaga yang didirikan pada tahun 1976 ini merupakan institusi pendidikan media kreatif terbesar dan berskala global, yang diharapkan dapat memperkuat kualitas karya dan promosi para produser musik yang terpilih. Selain itu, EMPC 2021 juga bekerja sama dengan Ardan Radio, Hard Rock FM, dan Geronimo sebagai official media partner.
 

Penulis : Ari Kurniawan
Editor : Ari Kurniawan