KKN di Desa Penari, Lebih Menegangkan dari yang Pernah Anda Baca …

Vallesca Souisa | 23 April 2022 | 06:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Yang ditunggu-tunggu sejak dua tahun lalu, dan sempat tertunda dua kali, akhirnya rilis juga pada 30 April mendatang. KKN di Desa Penari, kisah ini pernah geger di dunia maya, kala dituturkan oleh Simpleman dengan mencekam. Yang membaca, mampu merasakan kengerian di dalamnya. Tak terbayangkan, kisah ini diangkat dari kisah nyata. 

Jumat (22/4) Gala Premiere KKN di Desa Penari digelar. Untuk kali pertama, para selebriti, undangan VIP, dan media menyaksikannya. Sinematografi, set, dan vibes yang dibangung semuanya mendukung “kengerian” yang ingin ditampilkan  dari kisah ini.

Penuturan cerita ini pun enak diikuti, dan menuntun rasa penasaran kita sebagai penonton. Kadang gemas, kadang tak sabar, menguak misteri di desa itu dan apa yang sebenarnya terjadi di antara keenam mahasiswa yang tengah KKN ini: Nur (Tissa Biani), Ayu (Agny Haque), Widya (adinda Thomas), Bima (Megantara), Anton (Calvin Jeremy), Wahyu (Fajar Nugraha). 

Sang sutradara Awi Suryadi mampu membuat kejutan-kejutan yang sukses bikin kita teriak, dan memaksa kita untuk terus menatap layar, meski ngeri. Sengeri itu.

“Ini sesuai banget sama ceritanya, dan jadi lebih ngeri dari yang aku baca di Twitter. Lebih tegang, menurutku perpindahan dari bentuk tulisan ke medium filmnya sukses. Sesuai banget cerita aslinya,” ungkap Vina Fan, salah satu undangan yang hadir, youtuber yang dijuluki Queen Parodi Bollywood. 

“Kebetulan aku ngikutin ceritanya di Twitter, akurasinya tepat banget film ini. Semuanya sama,” ungkapnya lagi. 

Desa menakutkan itu dibuat tak main-main. Tim produksi mengambil lokasi di sebuah hutan di Jogja lalu membangun set sendiri di tengah hutan tersebut. Ini nggak main-main. Untuk membangun set dan art-nya saja sudah seharga produksi satu film. Produksi film ini emang menelan biaya yang mahal, mencapai lebih dari USD 1 juta (sekitar hampir 15 Milyar rupiah). 

 “Di luar marketing saja, sudah lebih dari 1 juta dolar biaya produksi. Untuk film horor jarang banget, MD aja baru sekarang. Bisa dibilang ini film horor termahal ya,” kata Manoj Punjabi di bilangan Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta Selatan Jumat (22/4).

Manoj Punjabi beberapa kali melakukan penundaan penayangan film ini menunggu sampai pandemi mereda dan penonton di bioskop mulai bergairah kembali. Bagi Manoj, tayang di momen lebaran Idul Fitri adalah waktu terbaik buat film KKN di Desa Penari.

Penulis : Vallesca Souisa
Editor : Vallesca Souisa