Ketika Seni Lukis Bertemu Bordir pada Karya Diela Maharani

Khairiyah Sartika | 17 Desember 2013 | 15:03 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - DARI 5 seniman Tanah Air yang dihadirkan pada pameran seni Artphoria 2013, salah satunya adalah Diela Maharani.

Ilustrasi berwarna cerah, segar dengan sentuhan jiwa muda, membentuk keunikan karyanya dan menjadikan daya tarik tersendiri bagi orang yang melihatnya.

Walau tak mengusung tema tertentu untuk setiap karyanya, Diela menuangkan berbagai ekspresi melalui kuas dan tangan dinginnya. "Ada yang menggambarkan kesedihan, sisi melankolis dan kebahagiaan. Lebih ke hal yang ekspresif," jelas Diela saat ditemui di Ciputra Artpreneur Centre, Ciputra World 1, Lantai 11, Jakarta, Sabtu (14/12).

Pada Artphoria 2013, Diela menampilkan sebanyak 3 koleksi seni lukis, 7 lukisan sketchbook serta beberapa skulptur hand-made yang dibuat menggunakan paperclay, masing-masing dengan sentuhan unsur psychedelic, whimsical dan penuh fantasi.

Tampak jelas penggunaan warna-warna fluroscent kontras yang kemudian dipadupadankan menjadi seni lukis yang segar pada berbagai ilustrasi yang sebagian besar menampilkan sosok wanita.

Jika bentuk lukisan dibuat dalam ukuran besar, maka seni lukis sketchbook berukuran lebih kecil. Satu karya yang cukup menarik perhatian merupakan seni lukis sketchbook yang dibuat dari sisa cat akrilik yang melekat pada palet yang kemudian dilengkapi menjadi sebuah gambar yang akhirnya memiliki efek timbul.

Untuk pembuatan setiap karyanya, Diela mengaku membutuhkan waktu sekitar 2-3 minggu. Bahan-bahan yang dimanfaatkan meliputi kanvas dengan kualitas baik, cat akrilik serta berbagai jenis dan ukuran kuas.

Jika diperhatikan lebih dekat, Anda juga dapat menemukan detil bordir yang dijahit rapi pada beberapa bagian gambar dari karyanya. Ini terlihat jelas pada salah satu lukisan berukuran besar yang menampilkan sosok seorang wanita dengan penutup kepala bening.

Pada karya ini, Diela memanfaatkan keahliannya di bidang menjahit dan menyulam. Ia mengatur benang sulam sesuai dengan warna dan tampilan yang diinginkan dan menjahitnya dengan teliti sehingga melengkapi lukisan yang telah dibuat.

"Bisa dibilang seperti embroidery painting dimana aku memadukan bordir dengan seni lukis" ungkap Diela. Detil yang dibuat pun memperhatikan cita seni yang kuat melalui pilihan motif dan pola-pola khas.

"Aku pakai beberapa motif dari Nusa Tenggara, Kupang, tenun, batik, kain dari Meksiko juga Bangkok," jelasnya.

Wanita kelahiran Jakarta, 8 Oktober 1983 ini pertama kali mulai menggambar sejak tahun 2005 dan belajar secara otodidak. Sejak saat itu, Diela mengembangkan kemampuannya dan berhasil mengikut berbagai pameran baik di dalam maupun luar negeri.

Seperti pada tahun 2009 dimana karya-karyanya ditampilkan di Perancis, Hong Kong, Roma, Meksiko dan Spanyol.

Beberapa seniman yang turut menginspirasi dirinya, antara lain Gustav Klimt dan Frida Katlo yang masing-masing memiliki ciri khas kuat pada setiap karyanya.

Penasaran? Karya-karya Diela Maharani dapat dilihat secara langsung di Artphoria 2013 yang dilangsungkan sejak 14 Desember 2013 hingga nanti 26 Januari 2014 di Ciputra Artpreneur Centre, Ciputra World 1, Lantai 11, Jakarta.

Untuk melihat lebih banyak lagi karya dan informasi seputar karya Diela Maharani dapat juga dibuka di Facebook: Diela Maharani atau Instagram: @dielamaharanie.

(tika/gur)

Penulis : Khairiyah Sartika
Editor : Khairiyah Sartika