Seperti Hidung, Paru-Paru Juga Memiliki Reseptor Aroma

Khairiyah Sartika | 7 Januari 2014 | 13:39 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - TAK hanya hidung, paru-paru ternyata juga memiliki reseptor aroma yang membuatnya mampu mendeteksi aroma dan bau.

Namun tak seperti reseptor aroma pada hidung yang mengirimkan pesan langsung kepada otak, reseptor pada paru-paru mengakibatkan saluran udara menyempit bila bau yang menyengat seperti asap menyerang.

Ini dipengaruhi oleh sekelompok sel baru yang disebut sebagai sel pulmonary neruoendocrine atau PNEC yang ditemukan oleh sekelompok peneliti dari Washington University di St. Louis, Washington University School of Medicine dan University of Iowa Carver College of Medicine.

Sel-sel ini terletak dalam membran sel neuroendocrine yang terdapat dalam paru-paru. Para peneliti mencatat bahwa sel-sel ini dapat menjelaskan alasan dibalik beberapa orang dengan penyakit pernafasan yang memiliki sensitifitas terhadap hal-hal seperti parfum dan asap kendaraan.

"Rancangan tubuh kita merupakan tabung dalam tabung, jadi paru-paru dan usus terbuka terhadap lingkungan eksternal," ungkap Yehuda Ben-Shahar, seorang asisten profesor dari Washington University, St. Louis seperti dilaporkan Huffington Post, Senin (5/1).

"Walaupun itu semua terdapat di dalam tubuh kita, sesungguhnya semuanya bagian dari lapisan eksternal. Jadi secara terus-menerus, berhadapan dengan gangguan dari lingkungan, dan masuk akal jika kita mengembangkan mekanisme untuk melindungi diri," terangnya.

Penemuan ini dipublikasi dalam American Journal of Respiratory Cell and Molecular Biology.

Penulis : Khairiyah Sartika
Editor : Khairiyah Sartika