Penderita Celebry Palsy Bukan Penyakit Keturunan atau Kutukan

Abdul Rahman Syaukani | 5 Januari 2014 | 13:52 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - DALAM rangka merayakan hari ibu dan hari raya Natal, Yayasan Sentuhan Kasih Karunia (PYSKK) yang ketuai oleh Rina Tirawa beberapa waktu lalu mengadakan acara hiburan untuk para penderita lumpuh otak atau lebih dikenal dengan Cerebral Palsy (CP) di Indonesia.

"Ajang ini merupakan silahturahmi itu intinya. Selain itu, di moment hari Ibu sekaligus perayaan Natal akhir tahun 2013 lalu kami ingin memberikan sedikit kebahagiaan bagi para penderita celebral Palsy," ungkapnya saat ditemui di rumah sakit Mayapada kawasan Jakarta baru-baru ini.

Dalam acara tersebut, Rina menyuguhkan berbagai hiburan dan perlombaan bagi penderita CP.

"Di sini kami mengadakan berbagai lomba antara lain lomba menyanyi, menari dan berbagai keahlian yang dimiliki penderita CP. Kegiatan ini kami didukung oleh rumah sakit Mayapada," ujarnya lagi.

Selain itu, pada kesempatan tersebut Rina mengatakan kalau dirinya tak akan henti-hentinya terus menginformasikan pada masyarakat bahwa penderita CP itu bukan  suatu penyakit keturunan ataupun karena kutukan.

"Yang pertama CP faktor penyebabnya  berasal dari keturunan/genetika sangat memang sangat sedikit ditemukan kasusnya. Selain itu CP artinya adalah lumpuh otak, yaitu kerusakan yang terjadi pada beberapa bagian otak manusia, sehingga mempengaruhi keseimbangan, postur, gerakan, dan koordinasi pada tubuh," jelas perempuan blasteran Indonesia dan Belanda satu ini.

"Jadi, saat anak saya sendiri didiagnosa kerusakan otak yang disebabkan kekurangan oksigen, saya langsung mencari segala informasi yang terkait CP. Karena waktu itu, banyak orangtua seperti saya kesulitan untuk mendapatkan informasi tentang CP, khususnya di Indonesia," lanjut Rina menambahkan.

Sebab itu pula ibu tiga anak ini tak segan-segan untuk mengajak masyarakat Indonesia untuk mengenalkan penyakit yang disebabkan kelumpuhan otak ini.

"Jujur apa yang saya lakukan ini karena saya tergugah. Dalam hati, agar para penderita palsy ini bisa dikenal dan diketahui masyarakat, karena keberadaan penderita CP cukup banyak di Indonesia. Disetiap kesempatan saya ingin mensosialisasikan CP kepada masyarakat luas," tandasnya.

(man/gur)

Penulis : Abdul Rahman Syaukani
Editor : Abdul Rahman Syaukani