Kisah Jefri Nichol Diajak Gila-gilaan oleh Tio Pakusadewo

Wayan Diananto | 24 Juli 2019 | 23:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Jefri Nichol memulai debutnya di layar lebar lewat film Pertaruhan yang dirilis pada 2017 lalu. Di film itu, ia memainkan karakter Elzan. Film itu juga dibintangi oleh aktor senior Tio Pakusadewo, Adipati Dolken, Aliando Syarief , dan Giulio Parengkuan.

Sebelum syuting film tersebut digelar, Tio Pakusadewo sempat mengajak keempat aktor muda tersebut jalan-jalan menggunakan mobil. Ini bukan jalan-jalan biasa lantaran yang dikunjungi bukan tempat wisata atau kawasan elite Ibu Kota. Melainkan warung-warung pinggir jalan dan pasar di dekat Terminal Blok M. Di tengah perjalanan, mereka melintasi tol. Menerobos tol dengan tidak membayar, tepatnya.

Aksi nekat ini dilakukan untuk melihat reaksi para aktor muda itu satu per satu. Dari reaksi mereka, Tyo Pakusadewo tahu sifat masing-masing. Tahu bagaimana harus memperlakukan mereka. Jefri Nichol syok dengan perlakuan Tyo Pakusadewo. “Istilahnya, saya memasuki lingkungan kelas bawah yang selama ini tidak tersentuh. Itu salah satu cara Om Tyo membangun kedekatan dan mengembangkan karakter saya di film Pertaruhan ini,” beri tahu Jefri Nichol kepada Tabloid Bintang Indonesia pada 2017 lalu. .

Kali pertama diajak gila-gilaan, Jefri Nichol kaget. Dalam hitungan menit kaget kemudian berubah kagum. Aktor kelahiran 15 Januari itu sadar, ia digembleng orang yang tepat. Dari Tyo Pakusadewo, Jefri Nichol belajar membedakan standar kualitas film dengan FTV, miniseri, dan iklan. Karakter yang dibangun oleh film terasa lebih dalam dan detail.

Proses praproduksinya jauh lebih lama. “Ini film pertama saya. Sebagai pendatang baru, saya diberi waktu dua bulan membaca skenario secara intens (reading – red.). Setelah itu, membaca naskah bersama Adipati, Aliando, dan Om Tyo satu bulan. Selain itu, harus terlihat kurus dan hitam mengingat saya memerankan anak kampung,” aku lawan main Oka Antara dalam miniseri Keluarga Garuda di Dadaku.

Bedah naskah membuatnya tahu apa yang mesti dipersiapkan sebelum pengambilan gambar. Tidak sekadar perubahan fisik, Jefri Nichol perlahan menanggalkan identitas asli dan memakai identitas baru, Elzan, anak kedua satpam bernama Musa Firdaus. Setelah memakai identitas baru, Jefri Nichol mulai menyelami kehidupan karakter yang dimainkan.

Adegan paling susah saat syuting, menangis di bank. “Untuk menangis secara natural saya butuh waktu 2 hingga 3 jam. Itu sangat melelahkan. Salah satu cara mendatangkan air mata secara alami, membayangkan andai saya benar-benar akan meninggal. Saat itu, ruang imajinasi benar-benar memegang peranan penting,” kata Jefri Nichol.

Adapun Jefri Nichol ditangkap polisi karena kasus narkoba pada Senin (22/7), pukul 23.30 WIB, di apartemen miliknya, kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Dalam pengangkapan itu. polisi menemukan narkoba jenis ganja berbobot 6,01 gram yang diduga kepunyaan Jefri Nichol.

(wyn)

Penulis : Wayan Diananto
Editor: Wayan Diananto
Berita Terkait