Fathan Malik, King Parodi yang Sering Dibilang Shah Rukh Khan Indonesia

Vallesca Souisa Jumat, 23 Oktober 2020 17:00:53
Fathan Malik Dasopang

TABLOIDBINTANG.COM - Tren video parodi sedang dinikmati pecinta Bollywood di tanah air. Hampir setiap influencer, youtuber, maupun selebgram Bollywood di Indonesia berlomba-lomba membuat video parodi dari OST (original soundtrack) film-film Bollywood yang hit. 

Seperti Vina Fan, yang baru-baru ini melejit dengan video tarian “Bole Chudiyan”-nya hingga menarik perhatian aktor aslinya, Hrithik Roshan. Ternyata jauh sebelum Vina Fan, sudah banyak sosok yang membuat video tari dari lagu-lagu populer film Bollywood. Dan dari karyanya ini, mereka mendulang pengikut yang banyak di Instagram dan YouTube. 

Salah satunya adalah Fathan Malik Dasopang. Pria ini masih berusia 19 tahun, asal Medan. Konsistensinya membuat video lagu dari film-film Shah Rukh Khan (SRK), membuatnya dijuluki King Parodi. Enggak sedikit pula, yang menganggapnya punya gerak-gerik menyerupai SRK, dan dilabeli SRK-nya Indonesia. 

Videonya “Soni Soni” yang terpopuler telah ditonton 11 juta kali. Semua berawal dari kekagumannya pada Shah Rukh Khan dan film-filmnya. “Saya nge-fans banget sama SRK sejak usia 9 tahun. Dia (SRK) punya ciri khas karakter di setiap film yang ia perankan, sehingga bikin terkesan dan ingin meniru aktingnya dia. Dia tuh panutan aku banget,” ungkap Fathan saat melakukan LIVE Instagram bersama Vallesca Souisa, lewat akun IG @vallesca_world, Jumat 16 Oktober lalu. 

Berawal dari kesukaannya pada Shah Rukh Khan dan film-film Bollywood ini, Fathan ingin membuat sesuatu yang bernuansa India. “Sempat terlintas ingin bikin remake film, tapi kan untuk merealisasikannya susah. Enggak mungkin kan bikin remake dari film yang 2 jam-an lebih durasinya. Jadi aku berpikir, apa yang khas dari film Bollywood? Ya, lagunya. Di setiap film India kan pasti ada lagunya dan khas. Jadi lagunya yang aku remake, persis seperti aslinya tapi orang-orangnya versi Indonesia,” cerita Fathan. 

“Kuch Kuch Hota Hai” adalah salah satu lagu yang legendaris banget, yang semua orang tau, dan ini salah satu video remake tersukses yang dibuat Fathan. Setelah “Kuch Kuch Hotah Hai”, video “Soni Soni” juga termasuk sukses, mendulang 11 juta penonton.  Fathan yang selalu melakoni SRK dalam setiap videonya ini, dianggap punya gerak-gerik yang benar-benar mirip SRK. 

Selalu mengeluarkan video parodi lagu Bollywood dengan konsisten selama 1,5 tahun, Fathan pun dijuluki King Parodi oleh penggemarnya. Namun, ada satu pertanyaan terlintas, kenapa dinamai video parodi, padahal video-video ini digarap serius menyerupai aslinya, lho. Tidak ada unsur jenakanya atau pelesetan. 
“Jadi begini, Kali pertama aku bikin judulnya Parodi, karena sebelumnya ternyata sudah ada yang buat, sekadar-sekadar doang. Kata kunci Parodi itu sangat mudah ditemukan di YouTube. Meski videoku enggak lucu, kata kunci Parodi itu sudah familiar dan mudah ditemukan di YouTube. Jadi ini lebih ke kata kunci, SEO, mudah ditemukan. Tapi seiring berjalannya waktu, ada juga komentar yang kulihat, yang katanya, saking seriusnya jadi kelihatan lucu,” papar Fathan. 

Begitulah kisah Fathan dan video parodinya. Di luar karya-karya ini, Fathan adalah seorang mahasiswa semester 3, jurusan manajemen bisnis yang punya cita-cita kelak kan berwirausaha. Menari, akting, seni rupanya bukan cita-citanya. “Akting dan lain-lainnya ini hanya untuk kesenangan, aku kuliah manajemen bisnis, karena aku memang ingin jadi pebisnis,” demikian tutur Fathan. Malam ini, Fathan Malik akan menjadi narasumber di segmen youtube channel Tabloid Bintang, "Pojok Bollywood", Pukul 20.00 WIB Live via Zoom dab YouTube. Nonton, ya dan berinteraksi langsung!
 

Penulis Vallesca Souisa
Editor Vallesca Souisa
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.