Pengalaman Aditya Chopra Pertama Kali Menyutradarai Ranveer Singh

Vallesca Souisa Minggu, 31 Desember 2017 19:00:43
Pengalaman Aditya Chopra Pertama Kali Menyutradarai Ranveer Singh (dok. Maxim)

TABLOIDBINTANG.COM - Sejak tahun 1990-an Aditya Chopra memercayakan karya-karyanya kepada Shah Rukh Khan. Namun tahun lalu, ia menyerahkan peran utama film komedi romantisnya—genre yang dikuasai Shah Rukh—yakni Befikre ke tangan Ranveer Singh. 

“Hampir seumur hidup, saya menyutradarai film yang dibintangi Shah Rukh Khan. Dan semua sutradara yang bekerja sama dengannya, tahu bagaimana briliannya dia. Anda tidak bisa melupakan SRK. Namun suatu kali saya ingin membuat film tanpanya,” ungkap Aditya. 

Melihat performa Ranveer Singh di Bajirao Mastani—film Bollywood terlaris sepanjang masa—bersama Deepika Padukone, semua sutradara ternama Bollywood menginginkan Ranveer. 

“Jauh sebelum saya ditunjuk untuk menggarap Befikre, saya tahu Ranveer-lah yang cocok memerankan Dharam,” sambung Aditya.

Pengalaman Aditya Chopra Pertama Kali Menyutradarai Ranveer Singh (dok. Maxim)
Pengalaman Aditya Chopra Pertama Kali Menyutradarai Ranveer Singh (dok. Maxim)

Awalnya Aditya was-was juga. Selama ini dia merasa SRK yang menyempurnakan film-filmnya. Apakah Ranveer Singh bisa melakukannya? 

“Hari pertama saya menyutradainya, saya merasa dialah SRK saya yang baru. Energi yang sama, sama-sama brilian dan intelek. Saya langsung tahu saya memilih orang yang tepat. SRK selalu bisa menutupi kekurangan saya, menyulapnya menjadi sesuatu yang indah. Ranveer melakukan hal yang sama,” puji Aditya yang bekerja sama dengan SRK dalam film-film hit seperti Dil To Pagal Hai (1997) dan Mohabbatein (2000).

(val / gur)


Penulis Vallesca Souisa
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.