Kisah Cinta Shaheer Sheikh di Maipa Deapati & Datu Museng Tragis!

Vallesca Souisa Selasa, 16 Januari 2018 16:50:00
Shaheer Sheikh sebagai pejuang Makassar Datu Museng (dok.pribadi)

TABLOIDBINTANG.COM - Penggemar Shaheer Sheikh di tanah air, sudahkah menonton film Indonesia kedua idolamu Maipa Deapati & Datu Museng? Ini adalah karya kolosal berlatar percintaan di jaman penjajahan Belanda yang dibicarakan para penggemar Shaheer Sheikh sejak akhir tahun lalu.

Maipa Deapati & Datu Museng rilis sejak 11 Januari lalu di beberapa bioskop di Jakarta. Kenapa harus menontonnya? Karena film ini memiliki keunikan tersendiri. Bertutur tentang kisah seorang pejuang Makassar tapi diperankan oleh aktor India. Shaheer Sheikh masuk ke pedalaman-pedalaman di daerah Makassar, untuk menyelami kehidupan Datu Museng, hingga mempelajari bahasa Makassar. Tetapi yang tersulit dari memerankan tokoh nyata di masa lampau ini adalah bagaimana memahami rasanya membunuh istri yang dicintai karena situasi yang mendesak?

“Dalam menggali karakter nyata ini, selain bahasa, yang penting adalah bagaimana perasaan dia (Datu Museng) harus membunuh istri yang sangat dicintainya? Apa yang akan dia lakukan? Sekalipun dia seorang pejuang, sekalipun dia sangat kuat, dia punya hati, kan. Ini karakter yang sangat luar biasa. Dia pejuang, lelaki yang setia, saya berusaha kerasmerasakan apa yang dia rasakan,” ungkap Shaheer saat diwawancarai kami Desember lalu.

Kisah cinta mengharukan Datu Museng dan Maipa Deapati berangkat dari cerita rakyat di Makassar yang selalu dituturkan oleh orang-orang tua kepada anak cucu mereka agar dapat memetik hikmah dari pendidikan, perjuangan dan kesetiaan. Begitu populernya kisah cinta Datu Museng – putra bangsawan kerajaan Gowa dan Maipa Deapati Putri bangsawan Kerajaan Sumbawa ini, hingga nama dari kedua tokoh legendaris tersebut diabadikan menjadi nama jalan di Kota Makassar.

Aksi Shaheer Sheikh melawan penjajah Belanda di Maipa Daepati & Datu Museng
Aksi Shaheer Sheikh melawan penjajah Belanda di Maipa Daepati & Datu Museng

Dalam cerita rakyat Makassar dikisahkan, Datu Museng bertemu dan jatuh hati pada Maipa Daepati di sebuah rumah pengajian, Bale Mampewa. Namun cinta mereka penuh hambatan, salah satunya Maipa Daepati telah ditunangkan dengan Pangeran dari Selaparang Lombok, bernama Mangalasa.

Mengetahui cintanya terhalang, Datu Museng berusaha mengalihkan perhatian dengan berguru ke tanah suci Mekkah. Terpisah jarak, ternyata tak membuat cinta kedua insan ini memudar. Sebaliknya, ikatan batin di antara mereka kian kuat. Kembali ke Makassar, Datu Museng mendapati Maipa Daepati dalam keadan sakit. Ia menyembuhkannya dengan ilmu yang ia dapatkan di Mekkah. Kedekatan ini membuat Pangeran Mangalasa cemburu. Pangeran pun bersekutu dengan Belanda untuk membunuh Datu Museng. Namun Datu yang sakti tak bisa mereka bunuh.

img}src="https://media.tabloidbintang.com/files/large/img-20180115-wa0032.jpg"|caption="Shaheer Sheikh bersama seluruh bintang Maipa Deapati&Datu Museng di Makassar"{/img}

Datu Museng dan Maipa Daepati malah mendapat restu menikah dari Sultan Sumbawa. Mereka dinikahkan dan Datu Museng diberi jabatan sebagai panglima perang. Saat itu Makassar kacau karena ulah Belanda, hingga dibutuhkan seorang pejuang tangguh. Di tengah peperangan, hadir ujian lain, salah satu Kapten Belanda itu jatuh cinta pada Maipa Daepati dan berusaha merebutnya. Akibatnya serangan bertubi-tubi dari Belanda pun dilancarkan di tanah Makassar. Namun bagi Maipa Daepati, cintanya hanya untuk Datu Museng. Dari pada Maipa Daepati harus menyerahkan diri pada Belanda, ia lebih memilih mati. Kepada suaminya sendiri, ia minta dibunuh. Lalu bagaimana nasib Datu Museng? Coba tonton filmnya. Emosi Shaheer Sheikh di Maipa Daepati & Datu Museng benar-benar menghanyutkan, bikin air mata mengalir.

(Val)

Penulis Vallesca Souisa
Editor Vallesca Souisa
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.