Goo Hara Terancam Dibui Jika Terbukti Melakukan Ini

Rizki Adis Abeba Senin, 1 Oktober 2018 18:20:25
Goo Hara harus diperiksa jaksa penuntut umum. (dok.6.viki.io)

TABLOIDBINTANG.COM - Kasus perseteruan Goo Hara dengan sang pacar yang berinisial A masih bergulir. Pihak Kantor Polisi Gangnam di Seoul, yang menangani kasus ini, melaporkan bahwa mereka akan segera memanggil Goo Hara untuk melakukan pemeriksaan.

Meski Goo Hara membantah melakukan penganiayaan dan mengatakan bahwa ia dan A terlibat perkelahian dua arah, polisi tetap akan memeriksa Goo Hara atas laporan A. Pemeriksaan terhadap Goo Hara juga dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi fisik A pada saat datang ke kantor polisi dua minggu lalu, di mana masih terlihat jelas bekas luka fisik yang dialami A di wajah dan tubuhnya.

Selain itu muncul bukti lain berupa hasil pemeriksaan dokter yang membenarkan adanya bekas luka cakaran di wajah A.

Karena menurut hukum di Korea tindakan yang menyebabkan luka di tubuh orang lain merupakan tindakan kriminal, maka pelakunya bisa dijatuhkan hukuman meski tanpa ada laporan dari korban. Dan kondisi ini bisa menyudutkan Goo Hara jika benar ia melakukan tindakan yang menyebabkan luka di tubuh A.

“Jika terbukti menyebabkan luka-luka dan tidak diserang (oleh A), maka Goo Hara harus diperiksa oleh jaksa penuntut, dan bahkan jika A bermaksud mencabut gugatan, Goo Hara masih tetap bisa menghadapi hukuman,” jelas pihak kepolisian.

Namun ini bukan berarti A akan bebas dari sanksi hukum sebab polisi juga akan melakukan pemeriksaan terhadap A untuk menggali lebih dalam tentang kasus ini. Hingga saat ini baik A dan Goo Hara kerap memberikan keterangan yang berseberangan.

(Riz/ind)

Penulis Rizki Adis Abeba
Editor Indra Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.