Cerita Keluarga Kyuhyun Super Junior Diteror Haters Selama 3 Tahun

Hari Murtono Rabu, 9 Januari 2019 21:40:00
Cerita Keluarga Kyuhyun Super Junior Diteror Haters Selama 3 Tahun (Ist)

TABLOIDBINTANG.COM - Menjadi keluarga dari artis Korea tidaklah mudah. Selain ikut-ikutan terganggu privasinya, mereka ternyata juga sering menjadi sasaran empuk haters.

Kakak perempuan Kyuhyun Super Junior Akhirnya buka-bukaan soal teror yang ia terima dari haters. via akun Instagramnya. Meski kemudian dihapus,netizen terkejut karena teror telah berlangsung Selama 3 Tahun. Cho Ara dalam postingan menjelaskan tindakan  haters yang membajak ponselnya, meneleponnya di tengah malam, bahkan mengancam akan membunuhnya.

Untuk mengelabui orang agar tindakannya tak terlacak. Sang haters juga mengikuti ayah Kyuhyun dan memotretnya saat sedang di kafe. Haters mengancam akan menyebarkan nomor telepon Cho Ara dan keluarganya.Haters tersebut juga mengancam akan menghancurkan karier Kyuhyun yang saat ini sedang menjalani wamil.

(Ist)
(Ist)

Pihak agensi Super Junior, Label SJ mengatakan saat ini tengah berada di rumah sakit setelah melahirkan  bayinya. “Kami menghormati permintaan Kakak Kyuhyun dan akan memberikan bantuan untuk mengatasi masalah seperti yang keluarga Kyuhyun inginkan,” beritahu Label SJ.

Menurut Label SJ, Selama in Kyuhyun menganggap hal tersebut sebagai urusan keluarga, jadi ia tak pernah meminta bantuan manajemen.”Kyuhyun mengatakan tak pernah mendapat ancaman secara langsung,” jelas label SJ. Banyak kasus haters atau netizen yang menyebarkan hoax, mengancam,atau memfitnah masih berusia muda.Namun saat tertangkap mereka hanya tertunduk lesu dan meminta maaf.

(har / wida)

Penulis Hari Murtono
Editor Wida Kriswanti
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.