YG Entertainment Angkat Bicara Soal Kasus Penggelapan Oleh CEO Rumah Produksi

Rizki Adis Abeba Jumat, 18 Januari 2019 12:45:25
Drama The Wind that Carries Wishes

TABLOIDBINTANG.COM - Kasus dugaan penggelapan dana yang dilakukan CEO rumah produksi The Wind That Carries Wishes turut membuat perusahaan YG Entertainment, agensi yang menaungi artis top seperti Big Bang dan Blackpink, angkat bicara. Sebab, CEO yang diketahui berinisial Cho itu ternyata juga pernah menjabat sebagai pimpinan di YG Studioplex (YGSP), anak perusahaan dari YG Entertainment yang memproduksi serial drama.

Menanggapai situasi yang terjadi, pihak YGSP merilis pernyataan resmi yang menyatakan dukungan terhadap penuntasan kasus ini melalui jalur hukum. Sebab YGSP membeberkan pihak mereka juga pernah menjadi korban dari kelicikan Cho.

Kasus bermula ketika Cho yang masih mejabat sebagai CEO rumah produksi The Wind That Carries Wishes dipercaya menjadi CEO juga di YGSP. Di bawah kepemimpinan Cho, kedua perusahaan menandatangani kontrak kerjasama untuk pembuatan serial draman Love Alert. Namun kerjasama ini berbuntut masalah.

“Mr.Cho menyalahgunakan posisinya untuk membuat kontrak dengan perusahaan distributor Jepang dan menjual hak cipta drama Love Alert melalui bisnis pribadinya di The Wind That Carries Wishes, bukan YGSP. Ia lalu mengambil semua pembayaran uang muka yang disepakati,” ungkap YGSP.

Kasus ini membuat YGSP memutuskan kerjasama dengan Cho dan memintanya mundur dari jabatan sebagai CEO. “Kami juga telah melakukan tuntutan pidana terhadap Mr. Cho karena telah melakukan malpraktek,” tegas pihak YGSP.

Sebelumnya, pada Kamis (17/01), Cho dilaporkan ke kepolisian atas tuduhan membawa lari uang investasi yang jumlahnya ditaksir mencapai 5 miliar won atau 63,1 miliar rupiah dari berbagai investor.

(riz/ray)

Penulis Rizki Adis Abeba
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.