Ahn Jae Wook Merasa Bersalah dan Malu Atas Insiden Mengemudi Dalam Kondisi Mabuk

Rizki Adis Abeba Senin, 11 Pebruari 2019 12:45:37
Ahn Jae Wook (ist)

TABLOIDBINTANG.COM - Aktor senior Ahn Jae Wook meminta maaf karena tertangkap polisi atas kasus mengemudi dalam keadaan mabuk pada Minggu (10/02). Agensi Ahn Jae Wook, Jable Entertainment mengatakan saat ini Surat Izin Mengemudi milik Ahn Jae Wook ditahan oleh kepolisian.

“Pada Sabtu malam, setelah seharian bekerja Ahn Jae Wook minum-minum dengan koleganya di restoran dekat penginapannya. Meski sudah beristirahat setelah kembali ke penginapan, dia tertangkap mengemudi dalam kondisi mabuk ketika kembali ke Seoul keesokan paginya (Minggu, 10/02), kemudian SIM nya ditahan,” jelas agensi Ahn Jae Wook.

Melalui agensinya, Ahn Jae Wook menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. “Ahn Jae Wook dan agensi kami mengemban tanggung jawab penuh. Kami tidak mampu menutupi perasaan bersalah karena telah membuat kegaduhan dan merasa sangat malu karena terlibat dalam skandal memalukan ini,” ungkap Ahn Jae Wook yang diwakili oleh agensinya.

Sebelum kejadian ini, Ahn Jae Wook sedang dalam persiapan produksi drama musikal terbarunya yang berjudul Hero. Menurut rencana, Hero akan mulai pentas pada Maret mendatang. Dengan adanya kejadian ini, agensi berjanji untuk meminimalisir kerugian untuk pihak-pihak yang bekerjasama dengan Ahn Jae Wook.

“Mengenai kegiatan Ahn Jae Wook ke depan, kami akan mencari cara untuk meminimalisir kerugian yang dialami banyak orang yang bekerja sama dengan Ahn Jae Wook dan kami akan mendiskusikan hal ini secepat mungkin. Sekali lagi, kami menundukkan kepala untuk meminta maaf yang sebesar-besarnya,” tutup perwakilan Ahn Jae Wook.

(riz/ray)

Penulis Rizki Adis Abeba
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.