Ini yang Dikatakan Jung Joon Young Saat Tiba di Kantor Polisi untuk Diperiksa

Rizki Adis Abeba Kamis, 14 Maret 2019 11:45:23
Jung Joon Young saat akan menjalani pemeriksaan polisi. (Yonhap News)

TABLOIDBINTANG.COM - Seperti yang dijanjikan, Jung Joon Young memenuhi panggilan kepolisian untuk mengikuti proses investigasi atas kasus pengambilan serta penyebaran foto dan video secara ilegal. Jung Joon Young tiba di kantor Kepolisian Metropolitan Seoul pada Kamis (14/03) pukul 10 pagi waktu Korsel.

Kehadiran Jung Joon Young disambut ratusan awak media yang telah menunggu dan memberondongnya dengan sorotan kamera serta berbagai pertanyaan seputar kasus yang menimpanya. Namun Jung Joon Young yang mengenakan setelan jas hitam dengan kemeja putih dan rambut yang diikat memperlihatkan wajah yang cemas dan kerap tertunduk. Ia juga hanya menjawab singkat pertanyaan dari wartawan.

Jung Joon Young (Viki)
Jung Joon Young (Viki)

“Maaf. Saya meminta maaf karena telah menyebabkan keprihatinan warga negara (Korea),” bilang Jung Joon Young sambil menunduk. Sementara itu wartawan terus memberondongnya dengan pertanyaan, “Akankah kau menyerahkan ponselmu ke polisi?” "Apakah kau memanfaatkan substansi illegal?” dll. Namun Jung Joon Young lagi-lagi hanya menjawab secara singkat. “Saya akan mengikuti investigasi polisi dengan giat,” bilangnya sambil menerobos barikade wartawan dan berjalan masuk ke dalam kantor polisi.

Selain Jung Joon Young, Seungri dan CEO Yuri Holdings, disebut-sebut mendapat panggilan untuk menjalani proses investigasi di hari yang sama. Proses pemeriksaan masih terus berlangsung dan para wartawan masih mengunggu di depan kantor kepolisian sambil menantikan perkembangan kasus ini.

(riz/bin)

Penulis Rizki Adis Abeba
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.