Roy Kim Menghadiri Proses Pemeriksaan Pertama Kasus Foto dan Video Seks Ilegal

Rizki Adis Abeba Rabu, 10 April 2019 19:30:34
Roy Kim (Viki)

TABLOIDBINTANG.COM - Roy Kim akhirnya muncul di hadapan media untuk pertama kalinya sejak ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembuatan dan penyebaran foto dan video seks ilegal oleh kepolisian Seoul, Korea Selatan. Pada Rabu (10/04), Roy Kim memenuhi janjinya untuk mengikuti proses pemeriksaan di Kantor Agensi Kepolisian Metropolitan Seoul.

Tiba di kantor polisi pada pukul 02.40 waktu Korsel, Roy Kim menyempatkan diri memberikan pernyataan di hadapan awak media. “Pertama dan yang paling penting, saya meminta maaf karena telah menyebabkan kekhawatiran kepada para penggemar yang telah mendukung dan menghargai saya, keluarga, dan publik Korea. Saya akan mengikuti proses investigasi dengan penuh kejujuran,” ujar Roy Kim.

Dalam berita yang beredar, Roy Kim disebut-sebut tidak hanya membuat dan menyebarkan foto dan video seks secara ilegal, namun ia menggunakan bahasa yang kasar dalam obrolan di grup percakapan. Hal itu membuat ada dugaan bahwa Roy Kim berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang saat melakukannya. Menanggapi pertanyaan ini, Roy Kim memilih bungkam sambil berjalan masuk ke kantor polisi.

Nama Roy Kim muncul sebagai salah satu selebriti di dalam grup obrolan yang melibatkan Jung Joon Young pada 2 April lalu. Sehari sesudahnya, Roy Kim ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Roy Kim sendiri saat itu berada di Amerika Serikat untuk menyelesaikan studi di Universitas Georgetown, Washington DC. Ia baru kembali menginjakkan kaki di Korea pada Selasa (09/04) kemarin.

(riz / ray)

Penulis Rizki Adis Abeba
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.