Big Hit Entertainment Tuntut Perusahaan Kosmetik yang Gunakan Nama BTS

Rizki Adis Abeba Rabu, 20 November 2019 22:30:23
Agensi grup BTS, Big Hit Entertainment, tengah menghadapi masalah hukum yang berkaitan dengan hak paten penggunaan nama BTS sebagai merk dagang. (Viki)

TABLOIDBINTANG.COM - Agensi grup BTS, Big Hit Entertainment, tengah menghadapi masalah hukum yang berkaitan dengan hak paten penggunaan nama BTS sebagai merk dagang. Menurut kabar yang dirilis Biz Enter pada Rabu (20/11), Big Hit Entertainment telah mengajukan gugatan pembatalan hak milik nama BTS yang saat ini dipegang oleh perusahaan kosmetik Dreams Korea.

“Perusahaan Dreams Korea yang memiliki merk kosmetik Back To Sixteen yang dalam setiap kemasan produknya mencantumkan merk B.T.S telah memegang hak paten atas penggunaan merk dagang B.T.S sejak Agustus 2015 dan berlaku hingga 2025 mendatang. Merk dagang tersebut didaftarkan oleh pihak Dreams Korea sejak Oktober 2014, setahun setelah BTS debut pada 2013,” ungkap Biz Enter.

Parfum BTS (Soompi)
Parfum BTS (Soompi)

Masalah muncul ketika pada 2018 lalu Big Hit Entertainment mendaftarkan hak paten nama BTS dalam kategori merk dagang kelas 3 (yang termasuk kosmetik), namun pada April pendaftaran itu ditolak karena nama BTS dianggap mirip dengan merk dagang B.T.S yang telah dipatenkan oleh Dreams Korea. Di bulan yang sama, Big Hit Entertainment meminta pihak Dreams Korea untuk membatalkan pendaftaran hak paten atas nama B.T.S tersebut.

Karena tidak mendapat respons, pada 17 Oktober lalu, Big Hit Entertainment dan perusahaan L&P Cosmetic yang menggunakan BTS sebagai model produk Mediheal milik mereka akhirnya mengajukan gugatan terhadap Dreams Korea untuk membatalkan hak paten merk B.T.S.

(riz)

 

Penulis Rizki Adis Abeba
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.