Joo Jin Mo Memilih Melawan Pelaku Peretasan dan Ancaman Lewat Jalur Hukum

Rizki Adis Abeba Kamis, 16 Januari 2020 20:00:27
Menghadapi insiden peretasan ponsel dan ancaman pemerasan, aktor Joo Jin Mo tidak ingin tinggal diam.

TABLOIDBINTANG.COM - Menghadapi insiden peretasan ponsel dan ancaman pemerasan, aktor Joo Jin Mo tidak ingin tinggal diam. Lewat surat yang dirilis pada Kamis (16/01), Joo Jin Mo menyatakan akan melakukan tindakan hukum terhadap pelaku tindak kriminal berupa peretasan dan ancaman pemerasan yang menimpa dirinya.

Bagi Joo Jin Mo, tindakan para peretas tidak hanya mengganggu dirinya, namun juga keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Untuk itu, Joo Jin Mo memilih melawan lewat jalur hukum.

“Saya punya istri dan keluarga yang berharga. Mereka terluka oleh pesan-pesan ancaman yang dikirim dengan tujuan pemerasan, dan sangat sulit bagi saya untuk menyaksikan hal itu. Namun, saya masih berpikir untuk tidak tunduk pada ancaman atau pemerasan. Jika saya dengan mudah menyetujui tuntutan mereka, maka saya akan mendorong kejahatan lebih lanjut, dan akan ada lebih banyak lagi korban,” alasan Joo Jin Mo.

Pertimbangan melawan dan menempuh jalur hukum juga dilakukan Joo Jin Mo untuk menghentikan agar aksi serupa tidak menimpa selebriti lainnya.

“Saya sampai pada kesimpulan bahwa jika saya menyerah pada ancaman mereka, mereka tidak akan berhenti dan justru akan terus mengganggu saya. Saya juga memutuskan untuk tidak tunduk pada ancaman dan upaya pemerasan karena saya pikir (jika saya melakukannya), itu mungkin akan bedampak negatif pada selebriti atau individu terkenal lainnya yang saat ini juga menerima ancaman serupa, atau itu mungkin dapat mengarah pada tindakan kriminal lebih lanjut,” urai Joo Jin Mo panjang lebar. 

(riz)

Penulis Rizki Adis Abeba
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.